Isu Korean Wave sebenarnya telah masuk ke Indonesia pada tahun 2004 dan hingga sekarang antusiasmenya masih sangat besar, terutama pada kawula muda.
Hal ini menyebabkan budaya Korea dengan mudah diterima dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
Salah satu produk dari Korean Wave yang saat ini sangat digemari oleh para remaja adalah K-pop atau musik Korean pop.
Dilansir dari situs viva.co.id, pada tahun 2024 Indonesia menduduki peringkat pertama negara dengan penggemar K-Pop terbanyak di dunia.
Hal ini juga dibuktikan dengan adanya banyak komunitas tari modern yang melakukan dance cover dari lagu-lagu K-Pop, komunitas penggemar K-pop seperti ARMYINA (penggemar grup BTS), Xdinary Heroes Indonesia (penggemar Xdinary Heroes), BlackpinkIna (penggemar grup Blackpink), dan sebagainya.
Semakin banyaknya penggemar K-pop di Indonesia, ini menimbulkan berbagai pro dan kontra antara penggemar dan bukan penggemar. Beberapa orang menganggap K-pop membawa banyak pengaruh buruk kepada para penggemar.
Banyak yang berpendapat penggemar Korea Indonesia atau akrab disapa K-popers cenderung menjadi sangat fanatik bahkan acapkali mengatakan bahwa idolanya merupakan pacar bahkan istri atau suami mereka.
Bahkan beberapa penggemar yang rela menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli pernak-pernik seperti lightstick, album, photocard, dan bahkan tiket konser yang berharga jutaan rupiah.
Tak banyak juga yang mengatakan para penggemar menjadi lebih malas dan sering lupa waktu bahkan cenderung lebih mencintai budaya orang lain dibandingkan budaya sendiri.
Fans K-pop juga menghabiskan banyak waktu untuk melihat ponsel ataupun komputer mereka demi melihat idolnya, bahkan ada yang rela tidak tidur atau begadang hanya demi melihat atau menonton idola mereka.
Mereka juga cenderung lebih tertarik dengan budaya negara lain dibandingkan negaranya sendiri.
Penulis pribadi setuju dengan beberapa pendapat di atas karena memang ada beberapa oknum yang seperti itu. Akan tetapi, perlu digaris bawahi yang seperti itu hanya beberapa oknum dan kadang mereka juga terbilang baru mengenal dunia K-Pop.
Bagi seorang K-Popers, K-pop mempunyai daya tariknya tersendiri.
Mulai dari visual, lirik lagu yang banyak memotivasi, musik yang beat-nya membuat makin semangat, dan sebagainya. Ada beberapa dampak positif dan hal ini juga menjadi penyebab banyak orang yang memilih menghabiskan waktu mudanya bersama K-pop.
K-pop dapat memberikan motivasi dan semangat kepada penikmatnya.
Dengan lirik yang menyentuh, alunan musik yang membuat makin bersemangat, dan perjuangan para idolnya saat menjalani masa trainee (masa pelatihan sebelum debut menjadi seorang idol).
Ini juga menyebabkan banyaknya K-Popers yang termotivasi untuk belajar bahasa Korea atau bahasa asing lainnya agar bisa mengerti apa yang dibicarakan oleh idola mereka.
Penulis juga sering sekali melihat di aplikasi Tiktok beberapa penggemar mengatakan K-pop membuat mereka mengurungkan niat untuk menyerah dengan hidup dan kembali semangat menjalani hari-harinya.
Sejalan dengan itu, K-pop terbukti bisa menghilangkan stress dan membuat suasana hati baik ketika mendengarkan atau menonton video idol mereka.
Tak hanya itu, K-Popers juga akan mudah mendapatkan teman baru baik itu dari Indonesia maupun luar negeri, apalagi jika mereka menyukai grup atau idol yang sama.
Para penggemar juga bisa menghasilkan uang dari penjualan merchandise K-Pop. Banyak yang menjual kembali album atau photocard yang mereka punya dengan harga yang lebih mahal.
Sebenarnya jika kita bisa mengimbangi dengan mencintai budaya Indonesa juga, K-Popers ini bisa membawa banyak pengaruh positif.
Dilansir dari situs dw.com fenomena K-Pop ini mampu melahirkan kegiatan positif di antara para penggemar, yaitu memberikan donasi kepada hewan langka seperti yang dilakukan oleh pemilik akun X Jaeminnesia dan para penggemar K-Pop lainnya.
Jika mampir ke akun X, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS Foundation), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang didedikasikan untuk konservasi orangutan Kalimantan yang terancam punah dan habitatnya dengan cara melibatkan masyarakat setempat, dapat dilihat beberapa kontribusi penggemar K-pop dengan berdonasi atas nama idola mereka, dalam rangka merayakan hari bersejarah idol mereka seperti perayaan ulangtahun atau perayaan debut sang artis.
Dengan demikian, jika menyukai suatu hal apapun itu, wajib diimbangi dengan menyukai tentang negara kita juga agar tidak menimbulkan pro dan kontra.
Hal ini juga dapat berdampak pada perkembangan kualitas sumber daya manusia (sdm) Indonesia.
Dengan banyaknya kegiatan positif yang dilakukan para penggemar saat merayakan hari penting idol mereka seperti contoh di atas, kita bisa membuat Indonesia atau bahkan bumi ini menjadi lebih baik.
Bijaklah saat menyukai suatu hal, jangan jadikan itu pengaruh buruk melainkan pengaruh positif.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!