Kolom

Fiksi dan Nonfiksi, Dua Sisi Bacaan yang Saling Melengkapi

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 6 Maret 2025 14:54 WIB • 👁 677 Pembaca
Fiksi dan Nonfiksi, Dua Sisi Bacaan yang Saling Melengkapi
Sumber Ilustrasi: detik.com


Kebanyakan orang beranggapan membaca produktif berkenaan dengan sesuatu yang ilmiah dan pengetahuan saja. Ketika seseorang membaca buku pengetahuan, dikatakan orang tersebut pintar dan mementingkan pengetahuan.

Berbeda dengan seseorang pembaca buku fiksi, yang sering dianggap sebagai orang yang suka bermain-main.

Sehingga, dikatakan membaca fiksi bukanlah suatu hal yang bermanfaat. Pendapat ini tidak seluruhnya salah. Hal ini dikarenakan seseorang yang membaca buku fiksi biasanya untuk menghibur diri.

Namun, apakah kesalahan dari pernyataan tersebut?

Kesalahannya adalah membaca buku fiksi bukanlah hal yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Hal ini didasari oleh fakta bahwa tulisan fiksi adalah bentuk interpretasi imajinasi yang disalurkan melalui tulisan, sehingga ketika dibaca akan memunculkan imajinasi pada pembacanya.

Selain imajinasi, tulisan fiksi biasanya mengandung perasaan yang disalurkan penulis melalui tulisannya.Membaca fiksi juga menimbulkan rasa empati dan simpati pada diri pembaca. Hal ini juga dikarenakan pembaca dapat memahami situasi tokoh atau objek tertentu di dalam tulisan.

Anggapan bahwa membaca fiksi tidak bermanfaat berbanding terbalik dengan manfaat yang didapat saat membacanya.Seorang yang membaca fiksi punya naluri yang peka terhadap situasi di kehidupan nyata. Hal ini disebabkan oleh seringnya membaca situasi dalam bacaannya.

Sehingga, dikatakan membaca fiksi membuat hati seseorang tidak buta dan mati. Seseorang yang suka membaca fiksi adalah orang yang kreatif dan imajinatif dalam berpikir.

Berbeda dengan buku pengetahuan dan ilmiah yang biasanya cenderung diminati oleh orang-orang yang berpikir realistis dan tidak peduli terhadap situasi yang terjadi. Empati dan simpati, bahkan naluri, tidak berhasil menyentuh hatinya terhadap keadaan sekitar.

Seorang yang membaca buku ilmiah akan berfokus pada hukum atau teori yang berlaku, sedangkan seorang pembaca fiksi akan melihat sesuatu dari berbagai sisi dan kondisi.

Keduanya bukanlah suatu kesalahan. Namun, jika dikaitkan dengan pernyataan awal, maka dapat terlihat bahwa membaca fiksi bukanlah suatu hal yang tidak bermanfaat atau suatu kesia-siaan.

"Membaca tulisan fiksi dapat membangun naluri di dalam hati, sehingga tidak menjadi seorang yang kejam dalam mengambil keputusan."

Begitu pun sebaliknya, membaca buku pengetahuan akan menjadikan seseorang berpikir rasional dalam mengambil keputusan. Maka, dapat dikatakan keseimbangan keduanya akan menjadikan seseorang bijak dalam berpikir dan bertindak.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Septia Wulandari
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.