Opini

Perbedaan Kognitif Teman Sebaya Berbakat dan Neurotipikal

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 7 Desember 2025 21:45 WIB • 👁 612 Pembaca
Perbedaan Kognitif Teman Sebaya Berbakat dan Neurotipikal
Ilustrasi: Pinterest

Setiap anak memiliki cara belajar dan berpikir yang unik, namun ada beberapa anak yang menunjukkan kemampuan berpikir yang berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan teman sebayanya. Ada anak yang menunjukkan cara berpikir yang kritis, perkembangan dalam berbicara, membaca, dan menulis lebih di usia sekolah dasar. Anak-anak dengan keunikan ini disebut sebagai Gifted-and-Talendedatau lebih dikenal dengan Cerdas Istimewa Dan Berbakat Istimewa (CIBI). Yang membedakannya dengan anak biasa pada umumnya (neurotipikal) ialah memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam menerima, memproses, dan mengeluarkan informasi, sehingga dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, serta memiliki kreativitas dalam berpikir (Perdana et al., 2024).

Keunggulan paling jelas terlihat dari cara mereka memproses informasi. Perbedaan ini tidak hanya soal kecepatan belajar, tetapi perbedaan mendasar dalam cara kerja kognitif mereka. Berdasarkan penelitian menunjukkan anak dengan "keunikan" ini memiliki tingkat untuk menyimpan dan mengolah informasi secara bersamaan yang lebih besar dibandingkan neurotipikal.

Kemampuan ini mencakup berbagai proses, seperti pengkodean informasi, mempertahankan perhatian, memperbarui informasi yang masuk, mengatur urutan, mengingat kembali, hingga mengendalikan impuls/dorongan. Hal ini membuat cara mereka memahami materi pelajaran melalui mekanisme berpikir yang lebih kompleks, fleksibel, dan terstruktur dibandingkan anak-anak lain secara umum.

Temuan menunjukkan bahwa keunikan ini juga berkaitan dengan kemudahan dalam membangun keterkaitan logis antara pengetahuan lama dengan yang baru, sehingga pemahaman muncul lebih cepat, bahkan ketika penjelasan yang diberikan belum disampaikan secara penuh. Artinya, kemampuan mengolah informasi dan memori kerja yang lebih tinggi menjadikan proses belajar mereka lebih efisien. (Johnson et al., 2024)

Selain perbedaan dalam kapasitas mengolah informasi, anak giftedjuga menunjukkan perbedaan yang mencolok dalam pemecahan masalah. Di mana, mereka bukan hanya cepat memahami masalah, tetapi juga cepat dalam menemukan solusinya dengan strategi yang efektif. Mereka dapat menyusun langkah-langkah secara sistematis untuk mencapai tujuan, dan jika satu cara tidak berjalan dengan baik, mereka segera mengganti strategi lain tanpa kehilangan arah. Dalam banyak situasi, anak giftedmampu merancang cara baru yang belum terpikirkan oleh anak lain seusianya, sehingga mereka terlihat inventif dan fleksibel dalam berpikir (Perdana et al., 2024).

Perbedaan lainnya terlihat pada aspek kreativitas. Kreativitas yang dimaksud bukan sekedar kemampuan menggambar atau karya seni, tetapi menghasilkan ide baru, melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda, dan menemukan solusi yang tidak biasa namun logis. Terdapat penelitian yang menunjukkan anak giftedmemiliki gaya berpikir yang divergen (dua atau lebih cara berpikir) sehingga anak gifteddapat menunjukkan cara berpikir yang kreatif dan variatif (Yulianto et al., 2021).

Selain itu, penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak tidak hanya ditentukan oleh faktor bawaan, tetapi sangat dipengaruhi oleh dorongan dan interaksi dari orang tua. Studi yang dilakukan di Kabupaten Bantaeng menemukan bahwa interaksi sosial orang tua dan anak, mulai dari memberi motivasi, melakukan pengawasan, memilih permainan hingga terlibat dalam kegiatan bermain, memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kognitif anak (Rustam & Nurbaya, 2025).Temuan ini menunjukkan bahwa anak neurotipikal pun dapat meningkatkan kemampuan kognitif apabila mendapatkan dukungan lingkungan yang tepat sejak dini.

Dapat disimpulkan bahwa anak berbakat (gifted) dapat memproses informasi secara berbeda dibanding dengan anak neurotipikal. Perbedaan tersebut terlihat dari tiga aspek utama. Pertama, kapasitas memori kerja dan kemampuan mengolah informasi anak giftedlebih tinggi, sehingga mereka dapat mempertahankan perhatian, menghubungkan informasi dan memahami materi dengan cara yang lebih cepat, flaksibel, dan terstruktur. Kedua, dalam pemecahan masalah, anak giftedmampu menyusun strategi yang sistematis, mengganti pendekatan saat strategi awal tidak berhasil, serta menemukan solusi yang kreatif dan belum terpikirkan oleh teman sebayanya. Ketiga, aspek kreativitas, mereka cenderung memiliki gaya berpikir divergen yang memungkinkan munculnya ide, perspektif baru, dan solusi yang logis namun tidak biasa.

Namun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa anak neurotipikal tetap dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya melalui stimulasi, dukungan, dan interaksi yang tepat sejak dini. Hal ini menegaskan bahwa meskipun anak gifted menunjukkan keunggulan alami dalam memproses informasi, lingkungan belajar dan dukungan orang tua tetap memegang peran penting dalam perkembangan semua anak.

Penulis:

1. Aura Giaska Andiny
2. Aura Hafizah
3. Khairun Nisa
4. Ulfa Dwi Maysarah

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Aura Hafizah
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.