Ada hari-hari
yang tidak cukup dikenang
hanya dengan mengibarkan bendera.
Ada nama-nama
yang telah lama menjadi sunyi,
namun sejarah masih menyimpan
jejak langkah mereka
di antara halaman yang menguning.
Kita tumbuh
di negeri yang dibangun
oleh begitu banyak kehilangan.
Barangkali karena itu,
tanah ini tak pernah benar-benar bisu.
Di bawah riuh kota,
di antara suara pasar dan jalanan,
selalu ada masa lalu
yang mengetuk pelan
ingatlah.
Pancasila adalah ingatan
bahwa negeri ini
tak pernah dibangun
untuk satu nama,
satu golongan,
atau satu kehendak.
Ia lahir dari keberagaman
yang memilih untuk tetap bersama,
dari perbedaan
yang belajar saling menjaga.
Maka hari ini,
ketika bendera kembali tegak
dan lagu kebangsaan mengisi udara,
biarlah angin membawa
nama-nama yang pernah gugur
melewati langit Indonesia.
Agar kita tahu,
di balik merah yang berkibar
ada keberanian yang pernah menyala,
di balik putih yang terbentang
ada doa-doa yang pernah dipanjatkan.
Dan selama kita masih mengingat,
mereka tidak benar-benar pergi.
Sebab ada perjuangan
yang tidak selesai ketika seseorang tiada
ia tinggal dalam ingatan,
tumbuh dalam kehidupan,
dan diam-diam
menjaga kita
tetap menjadi Indonesia.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!