Sekitar Tahun 1946-1949, di Jalan Malioboro Yogyakarta sering terlihat seseorang berbadan kurusberpakaian sederhana tengah berjalan kaki, atau terkadang bersepeda menuju ke Kantor KNIP tempatnya bertugas. Orang ini tidak lain adalah Mr. Assaat, seorang yang selalu menunjukkan sikap sederhana dengan wajah berseri dibalik kulitnya yang kehitaman. Usianya baru 40 tahun saat itu, namun rambutnya terlihat telah memutih dan kepalanya tidak pernah lepas dari peci beludru hitam.
Banyak masyarakat yang belum mengenal sosok ini, seorang low profile yang pernah menjabat menjadi orang nomor wahid di negeri ini. Mr Assaat merupakan salah satu presiden Indonesia yang kurang populer bersama dengan Syarifuddin Prawiranegara. Tidak banyak orang yang mengenalnya sebagai Presiden RI pada masa pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta yang merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).
Assaat adalah seorang yang setia memikul tanggung jawab, baik selama revolusi berlangsung hingga pada tahap akhir penyelesaian revolusi. Pada masa-masa kritis itu, Assaat tetap memperlihatkan dedikasi yang luar biasa. Beberapa catatan mengenai Assaat ialah: tahun 1946-1949 (Desember) menjadi Ketua KNIP dengan Badan Pekerja, Desember 1949 hingga Agustus 1950 menjadi pejabat presiden republik Indonesia di Yogyakarta. Dengan terbentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat), jabatannya sebagai penjabat presiden pada Agustus 1950 selesai, demikian juga jabatannya selaku ketua KNIP dan Badan Pekerjanya. Sebab pada bulan Agustus 1950 negara-negara bagian RIS melebur diri dalam Negara Kesatuan RI. Selama memangku jabatan, Assaat menandatangani statuta pendirian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. "Menghilangkan Assaat dari realitas sejarah kepresidenan Republik Indonesia sama saja dengan tidak mengakui Universitas Gadjah Mada sebagai universitas negeri pertama yang didirikan di Republik Indonesia.
Mr. Assaat dilahirkan di Kubang Putih Banuhampu, Sumatera Barat. Ketika menjadi penjabat presiden, pers memberitakan tentang pribadinya, antara lain beliau tidak mau dipanggil Paduka Yang Mulia, cukup dengan panggilan Saudara Acting Presiden. Panggilan demikian memang agak canggung di zaman itu. Akhirnya Assaat bilang, panggil saja saya "Bung Presiden". Di sinilah letak kesederhanaan Assaat sebagai seorang pemimpin.
Assaat belajar di sekolah agama "Adabiah" dan MULO Padang, selanjutnya ke STOVIA Jakarta. Karena jiwanya tidak terpanggil menjadi seorang dokter, ditinggalkannya STOVIA dan melanjutkan ke AMS (SMU sekarang). Dari AMS, Assaat melajutkan studinya ke Rechts Hoge School (Sekolah Hakim Tinggi) juga di Jakarta. Ketika menjadi mahasiswa RHS inilah, beliau memulai berkecimpung dalam gerakan kebangsaan, yakni gerakan pemuda dan politik. Saat itu Assaat giat dalam organisasi pemuda "Jong Sumatranen Bond". Karir politiknya makin menanjak, lalu berhasil menduduki kursi anggota Pengurus Besar dari "Perhimpunan Pemuda Indonesia". Ketika Perhimpunan Pemuda Indonesia mempersatukan diri dalam "Indonesia Muda", ia terpilih mejadi bendahara komisaris besar Indonesia Muda. Dalam kedudukannya sebagai mahasiswa, Assaat juga mengikuti gerakan politik "Partai Indonesia" disingkat Partindo. Dalam partai ini, Assaat bergabung dengan pemimpin Partindo seperti: Adnan Kapau Gani, Adam Malik, Amir Sjarifoeddin, dll.
Namun, masa-masa tuanya tak seindah perjuangannya. Ketika berada di hutan-hutan Sumatera Barat dan Sumatera Utara dalam pelariannya, Mr. Assaat sering sakit. Akhirnya dia ditangkap, dalam keadaan fisik lemah dan menjalani hidup di dalam penjara "Demokrasi Terpimpin" selama 4 tahun dari tahun 1962-1966. Ia baru keluar dari tahanan setelah munculnya Orde Baru.
Kesederhanaannya kini menjadi buah bibir orang-orang terdekatnya. Ketika pemimpin dan wakil-wakil rakyat sudah tidak dipercayakan lagi oleh masyarakatnya, maka kita akan merindukan sosok pemimpin seperti Mr. Assaat yang mendedikasikan diri sepenuhnya pada bangsa tanpa mengharap imbalan dan tanda jasa.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!