Mereka ada untuk mengabdikan diri membantu korban bencana. Siapa mereka?
Sekretariat Korps Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Negeri Padang (UNP) terlihat ramai Selasa sore, (22/11). Sebuah tenda didirikan di halaman sekretariat dan dua orang anggota sedang duduk di depan sebuah meja yang diletakkan di bawah tenda yang dipersiapkan untuk tempatn pendaftaran anggota yang ingin pergi menjadi sukarelawan ke Pesisir Selatan. Di dalam sekretariat terlihat puluhan bungkusan bantuan yang telah dipersiapkan untuk diserahkan kepada korban bencana banjir Pesisir Selatan. KSR-PMI UNP memang berencana berangkat ke Pesisir Selatan malam itu untuk melihat kondisi daerah tersebut pasca terjadinya banjir 3 November lalu.
Menurut Dori Fedriwel, salah seorang anggota tetap KSR-PMI UNP, bungkusan tersebut berisikan beberapa paket sembako yang akan dibawa ke pesisir selatan. Bungkusan tersebut merupakan hasil dari sumbangan yang mereka kumpulkan dari mahasiswa UNP sejak beberapa hari sebelumnya. "Malam ini kami akan berangkat ke pesisir untuk menyalurkan bantuan ini," ujar Dori. Sebelumnya KSR-PMI UNP sudah mengirimkan beberapa anggota ke lokasi bencana untuk melihat keaadaan dan memprediksi bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh para korban.
Tidak ada program khusus dari KSR untuk membantu korban bencana ini. "Kegiatan ini merupakan kegiatan Isedentil," tegas Dori. Namun demikian KSR-PMI UNP mempunyai dana kas khusus yang dipergunakan untuk membantu korban bencana. Dipaparkan oleh Dori bahwa dana kas ini dikumpulkan dari anggota KSR-PMI UNP per minggunya dan biasanya anggota KSR-PMI UNP selalu turun dalam membantu korban bencana yang terjadi. Beberapa bencana yang pernah dibantu oleh KSR adalah Gempa dan Tsunami di Mentawai, letusan Gunung Merapi, dan berbagai bencana lain yang pernah terjadi di Sumatera barat. Bahkan KSR juga mengirimkan anggotanya ke Mentawai saat terjadinya gempa dan tsunami 2010 lalu.
Dalam melakukan penggalangan dana, KSR-PMI UNP juga bekerjasama dengan Unit Kegiatan lain yang ada di UNP salah satunya adalah Unit Kegiatan Kesenian dan Penyiaran Kampus (UKKPK). Penggalangan dana juga tidak hanya dilakukan di sekitar kampus tapi juga ke beberapa area SPBU yang ada di Kota Padang. Dari aksi penggalangan dana telah terkumpul uang tunai sejumlah 11juta rupiah dan telah dipergunakan untuk membeli sembako yan akan segera diserahkan kepada korban. "Ada sekitar 152 paket sembako yang siap untuk didistribusikan kepada korban esok hari," tambah Dori. Dalam memberikan bantuan ini pihak universitas juga turut membantu untuk keberangkatan ke Pesisir Selatan malam itu, seperti yang dijelaskan oleh Dori, KSR-PMI UNP mendapat bantuan berupa pinjaman bus dari universitas.
Tidak hanya KSR-PMI UNP, banyak mahasiswa lain dari berbagai Universitas yang ada di Sumatera barat seakan berlomba-lomba menggalang dana untuk membantu korban banjir yang terjadi di pesisir selatan 3 November lalu. Berbagai jenis bantuan diberikan mulai dari bantuan berupa uang tunai, sembako, pelayanan kesehatan, dan pelayanan psikologis untuk korban bencana yang mengalami trauma.
Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP contohnya, ada sebuah Himpunan Mahasiswa yang khusus menangani membantu korban bencana. Himpunan Mahasiswa ini diberi nama Himpunan Mahasiswa Tanggap Bencana (Himatabe). Himatabe merupakan sebuah tim yang terdiri dari 12 orang anggota dan salah satu kegiatannya adalah memberikan stilmulasi bencana kepada mahasiswa baru setiap kali diadakan krida. Hal ini dijelaskan oleh Rifki Hernandes salah seorang Dewan pengurus harian HIMA. "Kami selalu berpartisipasi dalam aksi tanggap bencana," ujarnya Kamis (25/11).
Unit Kegiatan Pramuka juga ikut berpartisipasi. Rizki Febriandi, salah seorang Dewan Pengurus Harian UK-Pramuka UNP mengaku meskipun tidak ada program/divisi khusus di Pramuka untuk masalah bencana tapi UK-Pramuka UNP selalu ikut membantu setiap kali terjadi bencana di Sumatera Barat. "Ini hanya merupakan panggilan hati dari Pramuka untuk membantu saudara kita yang tertimpa bancana,"ujar Rizki, Kamis (24/11). Biasanya UK-Pramuka melakukan penggalangan dana dari mahasiswa dan disalurkan langsung dalam bentuk uang tunai.
Di Universitas Negeri Andalas (Unand) bahkan sudah ada tim khusus yang menangani masalah bencana yang terjadi di Sumatera Barat. Tim ini diberi nama Tim Penanggulangan Bencana (Tim PB). Seperti yang dijelaskan oleh Gusferi, salah seorang anggota KSR-PMI UNAND, Tim PB ini awalnya dpelopori oleh empat Unit Kegiatan Mahaiswa Unand yaitu: KSR, Pramuka, Mahasiswa Pecinta Alam dan Resimen Mahasiswa. "Keberadaan tim ini mempermudah kami dalam memberikan bantuan bagi korban bencana," aku Gusferi, Kamis (24/11).
Dibenarkan pula oleh Eko Yadhi Pinto, anggota Pramuka Unand, dengan adanya Tim PB proses penggalangan dan pendistribusian bantuan bagi korban bencana menjadi lebih mudah. "Kita bisa langsung turun ke lokasi dengan prosedur yang tidak terlalu berbelit-belit," katanya ketika diwawancarai di hari yang sama. Membantu korban bencana juga sudah menjadi program khusus di Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unand. Dijelaskan oleh Anyndia Wati, Litbang BEM KM Unand bahwa membantu korban bencana merupakan agenda wajib yang dicanangkan oleh Presiden BEM yang disusun dalam 3 gerakan BEM. Selama ini setiap terjadi bencana di Sumatera Barat BEM KM bekerja sama dengan mahasiswa lain selalu memberikan bantuan seperti membantu langsung di daerah bencana atau memberikan bantuan materi.
Di BEM Unand juga telah ada Departemen Khusus untuk program tersebut. "Kami menyebutnya Departemen Pengabdian Masyarakat," jelas Anyndia, Kamis (24/11). Ia juga menjelaskan departemen ini menangani semua kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan lingkungan masyarakat.
Ica/Dedi/Afdal
Laporan : Tilla, Ansar, Silvia, Via
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!