Menurut PR I, meskipun ada program PPG (Pendidikan Profesi Guru), Program Studi Kependidikan di lingkungan UNP tetap melaksanakan Praktik Lapangan selama 3 bulan di sekolah-sekolah. Hal itu merupakan ciri khas, bahkan keistimewaan lulusan UNP yang juga menyandang predikat LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Dengan demikian, lulusan UNP yang bergelar S.Pd. tentulah telah mengantongi pengalaman lapangan sebagai guru. Terserah, setelah menjadi guru betulan kelak akan diwajibkan lagi untuk mengikuti program PPG
Demikianlah halnya, akhir semester ini, telah kembali serombongan mahasiswa PL dari lapangan dengan mengantongi nilai dari guru pamong dan dosen pembimbing. Dari sekian indikator penilaian ada 20% nilai berupa pelaksanaan PTK yang diartikan sebagai Pembelajaran Tindakan Kelas. PTK ini lebih dekat dengan Penelitian Tindakan Kelas. Nilai PTK ini konon diisi oleh dosen pembimbing. Sepertinya, nilai PTK ini terlalu mengada-ada.
Bukankah dalam tempo waktu 3 bulan itu mahasiswa belajar bagaimana mengajar di dalam kelas dengan bimbingan guru pamong? Tampaknya tidak cukup waktu selama 3 bulan (belum tentu penuh) belajar menjadi guru, menguasai kelas, dan menyampaikan materi, serta membuat RPP. Belum lagi tugas piket yang dibebankan kepada mereka, lalu ditambah tugas PTK, yakni mendiagnosa kasus-kasus klinis di dalam kelas untuk dicarikan pemecahannya. Mampu saja menjadi guru kelas dengan menyampaikan materi dengan baik dan melakukan evaluasi pembelajaran, itu sudah bagus untuk tiga bulan.
Menurut hemat kita, kebijakan untuk menambah beban PTK bagi mahasiswa PL perlu ditinjau ulang. Andaikata lulusan S.Pd UNP kelak menjadi guru, mereka harus mengambil sertifikat PPG juga, meski masa pelatihannya tidak sama dengan yang bukan S.Pd. Nah, PTK mestinya dilakukan di sini, ketika calon-calon guru profesional itu dilatih dalam program PPG.
Sebagai alah seorang guru pamong, saya sempat mengamati kegiatan PL beberapa sekolah tempat mahasiswa bimbingan saya berpraktik. Rata-rata guru pamong mengatakan bahwa mahasiswa kita masih berkutat soal penguasaan suasana belajar di kelas. Oleh sebab itu, sering penyampaian materi tidak tercapai target dalam alokasi waktu yang telah ditentukan. Anjuran saya, mahasiswa memang perlu belajar lebih banyak bagaimana menjadi guru profesional, dan dalam rangka praktik, sebaiknya, jangan pikirkan dulu PTK itu. (Harret)
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!