Ensiklopedia

Koran Bekas Penjerat Emas

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 20 Maret 2012 11:49 WIB • 👁 8.932 Pembaca

Banyak barang-barang bekas yang pada umumnya tidak dilirik bisa menjadi sesuatu yang amat berharga jika dikelola dengan baik dan kreatif. Misalkan saja koran bekas. Biasanya koran-koran yang sudah kita baca akan ditumpuk dalam kardus, rak atau tempat-tempat lain sampai suatu saat ada pedagang rongsokan datang mencari koran bekas. Atau bahkan sebelum sempat didatangi pedagang sudah dibakar terlebih dahulu.

Bagi kebanyakan orang koran bekas mungkin tidak ada harganya karena informasi yang diberikan sudah usang dan tidak diperlukan lagi. Namun jika koran bekas sudah disulap menjadi sesuatu yang lebih berguna, tentu semua orang akan berubah pikiran. Orang yang jeli dan kreatif, koran bekas telah menjadi berkah tersendiri. Ternyata, koran bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal, bahkan untuk daur ulang logam mulia. Barang yang biasa dianggap sampah ini ternyata bisa digunakan untuk mendulang emas. Berdasarkan hasil penelitian ilmuwan Jepang, koran bekas merupakan salah satu bahan ramuan gel ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk memisahkan emas dari sampah elektronika.

Sebagaimana yang diketahui selama ini, bahwa komputer bekas, televisi, dan ponsel mengandung logam mulia pada sebagian komponennya. Logam mulia ditemukan hampir pada semua komponen komputer, prosesor, motherboard, kartu grafis, DIMM memori, dan lain sebagainya. Khusus untuk emas, dapat ditemukan di berbagai tempat pada motherboard seperti: konektor IDE, slot PCI Express, PCI, AGP, ISA, dan port2 lain, pin jumper, soket prosesor, dan slot DIMM (SIMM di motherboard yang lebih tua). Semua konektor ini sering ditutupi dengan lapisan emas beberapa mikron tebalnya, disimpan dengan cara flashing atau pelapisan.

Namun selama ini limbah elektronika sering dibiarkan begitu saja. Pemulung biasanya sekadar mengambil logam seperti besi atau aluminium saja. Mereka umumnya tidak tahu kalau ada sebagian komponen elektronika yang mengandung emas. Kalaupun ada yang tahu, tak mudah untuk memisahkan emas dari komponen limbah elektronika tersebut. Beberapa orang yang tahu biasanya juga menggunakan zat kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan.

Sekarang, permasalahan itu telah terpecahkan dan telah ditemukan sebuah solusi bijak. Dengan koran bekas, para ilmuwan dari Universitas Saga, Jepang tidak hanya membuat proses tersebut menjadi lebih mudah, namun juga murah dan ramah lingkungan. Tim ilmuwan yang dipimpin Katsutoshi Inoue menghancurkan koran bekas menjadi bubur dan membersihkannya dengan mencampurkan ke dalam cairan klorin. Bubur kertas tersebut kemudian dicampur dengan senyawa kimia bernama dimethylamine (DMA) dan formaldehid sehingga membentuk senyawa dalam bentuk gel.

Kemudian, gel dikeringkan dan ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk tersebut diuji untuk mengikat atau menyerap logam dari sampah elektronika yang telah dicairkan dengan asam hidroklorik. Cairan beracun tersebut mengandung logam berat seperti tembaga, seng, dan besi yang masing-masing berkonsentrasi antara 190-840 bagian per mil. Namun, sekitar 250 bagian per mil adalah emas dan antara 11-16 bagian per mil adalah platina dan palladium. Bubuk gel tersebut ternyata efektif memanen logam mulia. Senyawa gel mengikat sekitar 90 persen emas, platina, dan palladium, namun tembaga, seng, dan besi tidak terkat. Satu kilogram gel dapat mengikat 906 gram emas. Untuk mengikat secara sempurna, gel harus dibiarkan pada larutan selama sekitar lima jam.

Kertas bekas yang menjadi komponen utama gel tersebut berasal dari kayu sehingga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi. Sifat alami selulosa yang fleksibel memudahkan zat kimia menembus matrik larutan logam dan mengikatnya. Satu kilogram gel dapat mengikat 906 gram emas.

Hal tersebut mungkin kurang efektif jika dipakai pada skala industri. Namun, setidaknya temuan ini telah menjanjikan senyawa yang murah dan lebih ramah lingkungan untuk memanen logam-logam mulia dari sampah elektronika. Hebatnya, menurut Chaitanya Raj Adhikari, peneliti lain dalam proyek tersebut, gel ini dapat digunakan kembali setelah memisahkan logamnya. Meski demikian, proses ini memang sangat lama, yakni gel harus dilarutkan selama sedikitnya lima jam.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Elvia Mawarni/Berbagai Sumber
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (6)

N
novansyah dwi cahya putra

Bagaimana cara memisahkan emas dari komponen elektronika,dan bahan kimia yang di perlukan apa saja dan berapa kapasitasnya 

M
m.hasfar

mau bertanya bagaimana cara melepaskan emas dari gel? terima kasih 

J
Jhon

Ilmu msh mentah, matengin donk, nasib emas dr gel ny gmn.. 

M
mudiono

maaf sblumnya.. boleh minta penjelasan yang lebih lengkap, saya merasa sangat tertarik, sekalian bahan apa saja yang harus di pergunakan.. aku cukup kurang tahu dengan kode cairan kimia, apakah mudah di dapatnya di toko kimia pada umumnya. thanks salam kenal 

A
ANGGI

Bagaimana cara memisahkan emas dari komponen,dan cara melepaskan emas dari GEL kertas tersebut? Terimakasih. 

M
muhammadsaleh

bos apa aja zat kimianya caranya macemana 

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.