Pendidikan

Berburu PNS Setelah Lulus

📅 Kamis, 25 November 2010 09:58 WIB • 👁 1.384 Pembaca

Di penghujung September lalu, diwisuda lagi 2000-an lulusan Universitas Negeri Padang dari berbagai program studi dan jenjang program. Lebih seribuan lulusan adalah dari jenjang program S1, dan sebagian besar di antaranya adalah dari program studi kependidikan. Lulusan program S1 kependidikan ini kini tampaknya berusaha bersaing merebut peluang menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang cukup banyak tersedia untuk ditempatkan sebagai tenaga guru di daerah-daerah kabupaten dan kota di Sumatra Barat yang memang sedang berusaha meningkatkan SDM-nya melalui penyelenggaraan pendidikan.

Meski demikian, lowongan itu tentu tidak mungkin dapat menampung semua lulusan S1 kependidikan UNP yang diwisuda tahun ini karena lowongan untuk menjadi guru di daerah ini juga terbatas. Belum lagi lulusan tahun-tahun sebelumnya dan lulusan S1 kependidikan dari universitas lain, masih banyak yang belum beruntung lulus tes.

Itu kalau lulusan S1 kependidikan, bagaimana pula dengan lulusan S1 nonkependidikan dan lulusan program diploma? Lowonan untuk menjadi PNS tetap ada, tapi lebih sedikit dan terbatas pula bidang ilmu yang diminta. Lantas, apakah dunia akan kiamat? Menjadi PNS bukanlah satu-satunya lowongan pekerjaan untuk memasuki dunia kerja dan menjadi manusia yang produktif. Jumlah pegawai negeri sipil dan militer tidak sampai 5% dari jumlah penduduk Indonesia yang kini 235 juta jiwa. Meski begitu, angka penganggur terdidik di Indonesia mencapai 9%, belum lagi yang tak terdidik, keseluruhan penganggur melebihi 14%. Suatu fenomena yang tidak sehat.

Belum ada data yang dapat diungkapkan berapa persen sebenarnya lulusan UNP selama ini terserap oleh dunia kerja, baik PNS, maupun swasta, dan berapa persen pula yang kerja mandiri. Sebagian kecil saja yang dapat diketahui, lulusan UNP bekerja di luar bidang ilmunya seperti menjadi wartawan, anggota DPRD, anggota/ketua KPU, atau menjadi Wali Nagari di kampungnya. Akan tetapi, kebanyakan orang-orang yang terbilang sukses ternyata bukan dari kalangan pegawai negeri, terutama sukses menjadi pengusaha.

Sejarah para pengusaha sukses, banyak yang mulai dari kondisi nol dalam artian luas, tapi akhirnya menjadi hebat. From zero to hero, kata orang sekarang. Memang tidak semua orang akan menjadi hero, tapi setidaknya iklim kampus sangat berpengaruh pada kehidupan masa depan para mahasiswanya. Iklim yang dimaksud adalah iklim enterpreneurship yang seyogianya berkembang juga di kampus kita.

Konon Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan salah satu kampus yang iklim kewirausahaannya berkembang baik. Banyak lulusan IPB yang kemudian menjadi pengusaha sukses seperti pemilik belasan mini market dalam usia yang masih sangat muda. Mungkin pada awalanya, mereka yang sukses menjadi pengusaha ini mendapat tantangan dari orangtua mereka. Karena, orangtua pada umumnya menginginkan anaknya menjadi pengawai negeri setelah lulus perguruan tinggi. Alasannya sederhana, pegawai negeri manapun, malas atau rajin, tetap terima gaji, meskipun pas-pasan. Setelah pensiun, ada tunjangan pensiun yang dibayar pemerintah sampai pensiunan itu meninggal. Salah seorang alumni Ganto, misalnya, akhirnya mendengarkan petuah orangtuanya dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan, lalu menjadi PNS. (Harret)

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Prof. Dr. Harris Effendi Thahar, M. Pd
Penulis • Kolumnis / Opini

Dosen & Akademisi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.