Laporan Utama

Penyebab Asusila Multivariabel

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 7 Desember 2013 01:23 WIB • 👁 2.200 Pembaca

Kasus asusila tidak terjadi begitu saja, banyak faktor penyebabnya.

Andi Armen Efendi tengah berjalan mengelilingi daerah sekitar FBS. Sebagai satpam yang baru dipindahkan bertugas ke kampus selatan ini, Andi memang harus menjaga keamanan kampus pada siang maupun malam hari. Apalagi waktu malam itu, Andi sedang bertugas seorang diri. Saat tengah asyik berjalan, tiba-tiba langkah Andi terhenti, sebab dari kejauhan ia melihat sepasang muda-mudi tengah duduk-duduk di depan gedung utama FBS. Awalnya pasangan itu seperti berbincang-bincang saja, namun tidak lama kemudian pasangan tersebut beranjak dari tempatnya dan pergi kesudut gedung yang gelap. Menyaksikan kejadian ini, Andi segera membawa langkahnya menuju pasangan itu. Andi pun mendapati pasangan muda-mudi itu sedang berpelukan dan berciuman.

Tanpa pikir panjang lagi Andi pun menegur pasangan itu dan memboyongnya ke posko pengamanan pusat yang berada di dekat Fakultas Teknik untuk diproses lebih lanjut. Sesampainya di posko, pasangan itu diberi nasehat terkait perbuatan yang telah mereka lakukan. Mereka diminta meninggalkan KTM atau KTP serta menuliskan biodata lengkapnya. Tidak hanya itu saja pasangan itupun diminta untuk menulis surat perjanjian yang isinya permintaan maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan yang telah dilakukan di area kampus kuning ini.

Andi bukanlah satu-satunya satpam yang pernah mengusut kasus asusila di kampus, Hendri Salman misalnya, dibelakang bangunan bekas rektorat lama ia mengaku pernah menemukan pasangan muda-mudi yang saling berdekapan satu sama lainnya. Mendapati kejadian tersebut Hendri pun mengusir pasangan itu dan meminta untuk meninggalkan lokasi, mengingat jam kunjungan kampus hanya sampai jam sembilan malam.

Hampir setiap malam satpam menemukan pasangan muda-mudi pada sisi-sisi kampus yang lengang dan gelap. Dengan membawa laptop dan bermodalkan fasilitas Wifi kampus, para pasangan muda-mudi sering berkilah dan mencari alasan. "Cuma cari tugas kok, Bang" ungkap Ibrahim, satpam FE, meniru kembali alasan pasangan muda-mudi yang ia tangkap.

Lebih lanjut Ibrahim menambahkan seringnya ditemukan pasangan muda-mudi di area kampus dalam rentang pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, disebabkan oleh akses masuk menuju UNP yang banyak sehingga menyebabkan identititas pengunjung UNP tidak terkontrol dengan maksimal. Tidak hanya Ibrahim saja, Zulkifli selaku komandan satpam UNP ikut merasakan hal tersebut. Walaupun baru-baru ini sudah ada aturan menutup gerbang utama pada jam sembilan malam, namun itu hanya bagi kendaraan beroda empat dan roda dua saja, sedangkan untuk pejalan kaki tidak ada larangan. "Belum ada aturan yang jelas mengenai pihak-pihak yang diperbolehkan masuk," keluhnya, Kamis (31/10).

Tak hanya itu, keberadaan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) didalam area kampus, juga dijadikan salah satu alasan oleh para pengunjung untuk masuk ke wilayah kampus. Pasalnya aturan jam malam yang dimiliki oleh LPMP sampai jam satu malam. Hal ini memungkinkan para pengunjung menjadikan LPMP sebagai momok untuk menembus penjagaaan yang telah dilakukan Zul dan anggotanya. "Jika alasannya seperti itu, kami tidak bisa melarang, apalagi koordinasi dengan satpam LPMP belum jelas" ujar Zul, Kamis (31/11).

Zul tidak menampik faktor lain penyebab penyimpangan ini, seperti masih banyak lokasi-lokasi UNP yang tidak memiliki lampu penerangan dan keadaan kampus yang sepi. Berdasarkan kasus-kasus yang telah Zul tangani bersama anggotanya, wilayah lapangan sepak bola di depan bangunan rektorat lama, dibelakang laboratorium FMIPA, perbatasan antara FBS dengan FT, dan jalan menuju MKU adalah sederet wilayah yang merupakan lokasi strategis ditemukannya pasangan muda-mudi berpacaran pada malam hari.

***

"Kejahatan teradi bukan karena niat dari pelaku, tetapi karena ada kesempatan" ujar Azwar Hidayat mantan Ketua BEM FT 2012. Azwar adalah salah seorang mahasiswa yang sempat terlibat dalam proses penanganan kasus asusila yang terjadi di belakang laboratorium kimia FMIPA pada bulan Oktober lalu. Menurutnya kondisi UNP yang gelap dan lenganglah yang mengundang pasangan muda-mudi untuk berbuat tidak senonoh di area kampus. Selain itu ia juga menambahkan seharusnya semua elemen kampus harus dilibatkan dalam mengamankan dan menertibkan kampus. Salah satunya dengan mengaktifkan kegiatan mahasiswa di kampus pada malam hari. Karena mahasiswa ikut mengontrol dan kerja satpam bisa terbantu. "Kerja satpam banyak, saya khawatir mereka kewalahan," ungkap Azwar, Senin (18/11).

Tidak berbeda jauh dengan Azwar, ketua umum MPALH UNP 2013, Oki Aria Adinata menuturkan hal serupa. Oki yang mengaku pernah menegur pasangan yang sedang berpacaran di lapangan sepak bola depan rektorat lama pada pukul 22.00 WIB ini, menyatakan bahwa penjagaan kampus perlu dibenahi lagi seperti menambah jumlah lampu penerangan kampus serta mendukung kegiatan kampus pada malam hari. Jika hal tersebut diaplikasikan maka tindakan asusila yang terjadi di area kampus bisa diminimalisir. "Oleh karena itu penjagaan harus ketat," ujar Oki. Selasa (29/10).

Terkait tindakan asusila yang marak terjadi di kampus, dosen Sosiologi Erianjoni, S.Sos, M.Si pun angkat bicara. Ia memandang secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi tindakan asusila itu terjadi yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Dari faktor internal, Erianjoni mengatakan bahwa dalam diri pelaku telah muncul suatu sikap yang tidak acuh terhadap aturan-aturan dan norma-norma. Hal ini disebabkan karena tidak adanya kejelasan dari kekuatan sanksi yang ada. Sedangkan faktor eksternal ia mengatakan bahwa pengawasan yang masih kurang ketat dari satuan pengamanan kampus, tata ruang UNP yang buruk. Seperti banyaknya kawasan kampus yang menjadi tempat strategis untuk melakukan tindakan asusila serta kepedulian sosial masyarakat yang tidak ada. "Sehingga penyebab kasus asusila bisa dikatakan multivariabel," papar Erianjoni, Selasa(19/11).

Lebih lanjut, Erianjoni mengharapkan agar pengawasan mengenai tindakan asusila bersifat berlapis seperti melibatkan satpam, kamera CCTV, Menwa, serta mahasiswa lainnya. Selain itu petinggi kampus perlu memperjelas serta mempertegas aturan-aturan mengenai tindakan asusila ini.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Wahida Nia Elfiza
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.