Akreditasi A atau B bukanlah sekedar mimpi, asalkan mau menyadari dan memperbaiki kekurangan adalah solusi yang tepat untuk mewujudkannya
Awal tahun lalu, sebuah surat keputusan yang bernomorkan UN35/KU/2014 dikeluarkan oleh rektor Universitas Negeri Padang (UNP). Keluarnya surat keputusan tersebut dikarenakan akreditasi UNP yang pernah diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2008 telah berakhir tahun 2013 lalu. Sehingga melalui surat keputusan kuasa pengguna anggaran, rektor akhirnya membentuk sebuah kepanitian khusus yang bertugas untuk menyusun instrumen akreditasi bagi UNP.
Perihal pembentukan panitia instrumen akreditasi ini, juga dibenarkan Dr. Yulkifli, S.Pd,M.Si. Menurutnya, 15 orang panitia yang telah dibentuk bertanggung jawab mengisi borang akreditasi dengan cara melengkapi kriteria standar yang akan diusahakan selesai pada Maret 2014. "Masing-masing kriteria standar akreditasi ada penanggungjawabnya," ujar ketua tim instrumen akreditasi 2014 ini. Selasa (25/2).
Lebih lanjut Yulkifli mengatakan ada tujuh kriteria standar yang harus dilengkapi UNP dalam meningkatkan akreditasinya yaitu : 1) visi, misi tujuan, serta strategi pencapaian. 2) tata pamong, kepemimpinan sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu. 3) mahasiswa dan lulusan. 4) sumber daya manusia. 5) kurikulum, pembelajaran dan manusia. 6) pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. Dan 7) penelitian, pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama. "Agar semuanya lancar diperlukan dukungan dan partisipasi banyak pihak," ungkapnya.
Mengacu pada kriteria standar yang pertama, Yulkifli mengatakan bahwa dalam melengkapi kriteria standar akreditasi lainnya, peranan visi dan misi UNP merupakan poin utama dan yang paling penting dipersiapkan. Jika saja visi dan misi UNP tidak jelas, maka untuk syarat-syarat berikutnya tidak bisa dipenuhi, karena semua kriteria akreditasi merujuk pada visi dan misi yang UNP miliki, apalagi di dalam visi misi tergambar cita-cita yang diharapkan serta usaha untuk mencapainnya "Untuk itu, visi misi merupakan kunci," simpul Yulkifli.
Tidak kalah penting dengan visi dan misi UNP, Yulkifli juga menambahkan pentingnya peranan tata pamong dalam melengkapi kriteria akreditasi. Dimana tata cara kepemimpinan yang diterapkan akan mempengaruhi orang-orang yang berada serta bekerja di dalam ruang lingkup UNP. Jika tata pamong UNP bagus maka akan terlihat kinerja yang bagus dari orang-orang yang berada dibawah kontrol kepemimpinan dan berdampak baik untuk akreditasi UNP.
Sebagai kepala rombongan dalam tim instrumen akreditasi, Yulkifli positif berpikir bahwa UNP telah melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Ia bersama anggota lainnya akan bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dalam melengkapi kriteria standar akreditasi yang diharapkan. "Semoga tim instrumen akreditasi sukses dalam bekerja dan UNP bisa mendapatkan akreditasi A," tutupnya.
Sebagai salah satu komponen sivitas akdemika, harapan berembus dari kalangan mahasiswa, salah satunya Taufik. Mahasiswa yang tengah menimba ilmu di jurusanAdministrasi Pendidikan ini, berharap UNPbisa menjadi kampus yang maju dan terus memperbaiki diri, baik dari mutu akademik, kenyamanan, keamanan, sarana dan prasarana yang ramah dan mendukung keberlansungan aktivitas kampus. "Saya berharap akreditasi UNP pada tahun ini berubah," harapnya. Rabu (19/2).
Lebih lanjut Taufik mengatakan bahwa Ia sangat mengapresiasi usaha yang sedang dilakukan oleh tim instrumen akreditasi. "Semoga tim instrumen akreditasi dapat melengkapi syarat-syarat yang diinginkan," ujarnya lagi.
Senada dengan Taufik, Toni Yunianto mahasiswa Teknik Elektro TM 2011 juga mengharapkan hal yang serupa. Menurutnya, akreditasi yang selama ini disandang UNP mengungkapkan bahwa UNP harus banyak belajar dari universitas lain. "Untuk menjadi lebih baik, menyadari dan memperbaiki kekurangan adalah salah satu solusi yang tepat," ungkapnya. Kamis (20/2).
Peningkatan akreditasi UNP juga berembus ke telinga masyarakat umum. Seperti Rahmah Putri. Wanita yang berprofesi sebagai wirausaha ini mengaku kecewa dengan akreditasi yang dimiliki UNP saat ini, padahal selama ini UNP telah mencetak banyak tenaga pendidik dan terjun di masyarakat. Menurutnya sarana dan prasarana yang lengkap, tenaga pengajar yang berkualitas serta mahasiswa yang bisa memadukan teori dengan praktik, akan membatu UNP dalam memperbaiki akreditasi. "Semoga UNP bisa mendapatkan akreditasi A, atau minimal B," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!