Umum

Peran UNP kini?

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Jumat, 26 November 2010 08:08 WIB • 👁 1.456 Pembaca

Tahun 2010 ini bisa dikatakan merupakan tahun pembangunan di Universitas Negeri Padang. Hampir seluruh fakultas melakukan pembangunan. Ada yang memang sesuai dengan perencanaan (master plan UNP) tapi ada juga untuk perbaikan kerusakan akibat gempa 30 September 2009 lalu.

Pembangunan ini seiring dengan peningkatan jumlah mahasiswa baru tiap tahunnya. Tentu saja hal ini dapat menggambarkan bahwa UNP terus berbenah diri untuk peningkatan kualitasnya melalui pembangunan.

Akan tetapi seiring dengan pembangunan di sana sini, saya masih melihat bahwa upaya UNP untuk terus berbenah diri agar dikenal masyarakat luas belum lagi optimal. Misalnya saja, melalui ketelibatan kampus yang dulu dikenal sebagai tempat kelahiran para guru-guru andal ini, selama berlangsungnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Mungkin, tidak terlalu tepat jika UNP dibandingkan dengan Universitas Andalas. Tapi jika UNP hanya dibandingkan dengan kampus yang sama-sama berstatus negeri itu, ketika prestasi UNP lebih di atas, hal ini juga terlalu naif. Oleh karena itu hal yang lebih baik tentu ini boleh dilakukan.

Menurut Henry et al yang dikutip oleh Eko Widodo (2009) ada empat pendekatan dalam mempelajarai perbandingan kebijakan. Keempat pendekatan itu adalah: Seeking Similiarities/mencari kesamaan; Describing difference/mendifinisikan perbedaan; Theorizing the transnational/teori lintas negara; Defining Dicourse/definisi tertulis.

Bukan bermaksud mengecilkan peran UNP dalam penanggulan bencana di Sumatera Barat. Karena pascabencana itu, tim dari UNP juga tetap terlibat. Misalnya, bimbingan dan konsuling untuk pengurangan dampak terhadap kejiwaan korban gempa, tim teknis guna pendataan kerusakan bangunan, penggalangan bantuan, serta hal lainnya yang dilakukan mulai dari pejabat hingga kalangan mahasiswa. Semua turut serta.

Selain dari tindakan dan bantuan seperti di atas, saya yakin bahwa UNP memiliki kemampuan lebih untuk dapat terlibat dalam penanggulan dampak bencana gempa ini. Misalnya, ketika pemerintah daerah berbicara persoalan teknis, seperti konstruksi bangunan, atau berbicara tentang retrofit, atau bahkan mengadakan studi banding ke Jepang, Unand selalu terlibat. Singkat kata, rekomendasi mereka, diterima atau tidak, tetap menjadi pertimbangan oleh pemerintah daerah.

Hingga satu tahun pascagempa, keterlibatan Unand dalam penanggulangan pascabencana tetap terlihat. Bisa saja, hingga saat yang sama, UNP juga melakukan hal yang seupa dalam keikutsertaannya untuk penanggulangan bencana, namun kurang mendapat sorotan media.

Saya yakin, baik itu pemerintah, maupun masyarakat, tentu memberi pengharapan yang tinggi terhadap peran UNP. Bagaimana pun, dalam era pencitraan ini, meski reputasi sebuah universitas sangat bagus, tentu saja harus selalu memberikan pencitraan sehingga reputasinya di tengah-tengah masyarakat tetap terjaga.

Dari awal saya mengidentikkan kampus ini dengan tempat lahirnya para guru-guru andal nan profesional, karena selain memang begitu adanya--sebelum berubah jadi universitas--juga karena saya merasa bahwa UNP harus memberikan hal yang lebih kepada lulusannya, terutama terkait dengan bencana gempa yang terjadi di Sumbar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsis Sumbar, Burhasman Bur, yang saya wawancarai beberapa waktu lalu mengatakan bahwa sekolah-sekolah di Sumbar telah mengintegrasikan ilmu tentang bencana alam kepada para siswa. Ia menekankan kata integrasi. Pada intinya, sekarang ini, setiap guru di sekolah-sekolah harus melakukan pengenalan kebencanaan kepada siswanya. Baik tentang jenis bencana, mitigasi, serta penanggulangannya pada setiap mata pelajaran. Pengintegrasian ini, katanya, sudah dimulai sejak lama.

Selain program dari pemerintah itu, program lainnya datang dari Komunias Siaga Tsunami (Kogami) yang berkantor di Kota Padang. Komunitas ini telah memulai pilot project pendidikan kebencaan sejak tahun 2008. Program yang mereka jalankan adalah, mengupayakan pendidikan siaga bencana untuk dapat diterapkan di sekolah-sekolah. Yang mereka lakukan lebih spesifik, tidak hanya mengintegrasikan tapi juga implementasinya. Seperti melakukan evakuasi, berikut dengan proses melindungi diri hingga mereka dapat berkumpul dengan keluarga jika terjadi bencana.

Program-program itu seharusnya menjadi peluang bagi UNP untuk dapat menciptakan sebuah standar pendidikan kebencanaan melalui kurikulum. Tentu saja hal ini lebih tepatnya diketahui secara pasti oleh Jurusan Teknologi Kurikulum Fakultas Ilmu Pendidikan UNP. Selain itu, guru besar UNP yang hampir 70 persennya disiplin ilmu kependidikan akan menjadikan program ini lebih mudah direalisasikan.

Tanpa menutup mata, Sumbar merupakan daerah rawan bencana. Dan semua orang lebih berharap mereka dapat siap sebelum terjadi bencana daripada siap ketika terjadi bencana.

Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan dirasa menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendesak. Tiap tahunnya UNP bakal melahirkan guru-guru baru yang siap diterjunkan ke masyarakat. Terlepas nantinya, ke mana mereka akan bertugas, namun mengingat peran UNP sebagai lembaga pendidikan, tentu menjadi suatu kewajiban untuk memberikan pendidikan yang relevan serta dibutuhkan dalam kondisi masyarakat hari ini. Salah satunya tentang pendidikan kebencanaan.

Sehingga nantinya tidak ada lagi yang tidak merasakan kurangnya peran UNP dalam masyarakat, karena ternyata para guru ekonomi pun dapat mengajarkan anak didiknya tentang mitigasi bencana.

Penulis mahasiswa PPs UNP dan Jurnalis di Kota Padang

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Romi Mardela
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.