Kolom

Sumbar Perlu Forum Ilmiah Guru

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 21 Desember 2010 06:52 WIB • 👁 10.653 Pembaca

Ketika Depertemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) meluncurkan model penelitian berbasis tindakan kelas (PTK), predikat guru pun bertambah. Guru tak hanya sebatas menjadi ‘tukang ajar’, tetapi diharapkan juga menjadi seorang peneliti. Melalui PTK yang dilakukan, guru diharapkan menjadi pionir sekaligus inovator pembelajaran yang mampu menciptakan atmosfer pembelajaran secara menarik dan memikat sehingga siswa didiknya merasa nyaman dan menyenangkan ketika mengikuti proses pembelajaran.

PTK sangat memberikan peluang kepada para guru untuk melakukan hal itu. Mereka memiliki kebebasan secara kreatif untuk mengujicobakan berbagai pendekatan, strategi, metode, media, atau bahan ajar ke dalam proses pembelajaran yang dikelolanya. Ibarat dokter, gurulah yang tahu persis penyakit yang diderita pasiennya. Berdasarkan diagnosis yang dilakukan, guru diharapkan dapat memberikan obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan sang pasien.

Naluri seorang guru sudah pasti akan terus berupaya untuk mencari cara-cara yang tepat agar siswa didiknya tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang cerdas, kreatif, kritis, dan mandiri, serta terbebas dari cengkeraman berbagai macam ‘penyakit’ akut. Sayangnya, cara-cara yang diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran seringkali berlangsung dadakan, tidak terencana dan terpola, sesaat, dan hampir tak ada tindak lanjutnya. Itulah sebabnya, gagasan-gagasan briliant dari para mahaguru dari generasi ke generasi tak bisa terwariskan kepada para guru yang lahir kemudian. Mereka tak bisa belajar dari pengalaman dan sejarah masa silam akibat parahnya proses dokumentasi dan minimnya akses informasi terhadap cara-cara jitu dalam mengelola pembelajaran secara menarik dan menyenangkan. Tidak berlebihan jika dinamika pembelajaran dalam dunia pendidikan kita tampil begitu stagnan dan membosankan

Atmosfer tersebut agaknya mendapatkan banyak respon dari para pakar, pengamat, dan pemerhati dunia pendidikan. Oleh karena itu, guru perlu terus dirangsang untuk menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan selaras dengan semangat zamannya.

PTK merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengelola pembelajaran secara menarik dan menyenangkan sehingga memiliki imbas positif terhadap lahirnya generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan berkarakter melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan aksi (tindakan), observasi, dan refleksi berdasarkan prosedur ilmiah, sehingga memiliki kejelasan alur dan penalaran dari sisi keilmuan.

Namun, harus diakui, meraih predikat guru sebagai peneliti agaknya juga bukan perkara gampang. Selain dukungan kebijakan, apresiasi, dan finansial yang masih minim, ini juga disebabkan belum kondusifnya budaya meneliti di kalangan guru. Kondisi semacam itu jelas membutuhkan perhatian yang lebih serius dari para pengambil kebijakan. Keberadaan FIG di Sumatera barat seharusnya ikut berperan secara strategis dalam membantu para guru untuk melakukan PTK serta untuk membantu mengembangkan pendidikan di Sumatera Barat apalagi jika memang pemerintah memiliki keinginan untuk menjadikan sumbar sebagai gudang tokoh-tokoh besar. Dengan dukungan guru-guru muda yang sarat dengan idealisme, FIG hendaknya merupakan wacana yang patut dipertimbangkan oleh guru yang ada di Sumatera Barat dalam menyampaikan informasi-informasi penting kepada para guru yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah. Selain itu Pemerintah daerah juga dirasa perlu mengambil langkah konkrit dalam menjembatani guru untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik di sumatera barat dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan-kegiatan tersebut.

Dengan dukungan kebijakan dan finansial yang memadai, keberadaan FIG diharapkan akan lebih eksis dalam menciptakan atmosfer budaya meneliti di kalangan guru sehingga predikat guru sebagai peneliti tak lagi terapung-apung dalam slogan semata.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rudi Nofindra
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.