"Hidup hanya sekali, lakukan yang terbaik agar keberadaan kita berarti untuk diri sendiri maupun orang lain" adalah motto hidup dari sosok Hengki Agus Rifa'I, Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun Masuk 2013.
Pemuda kelahiran Bengkulu, 21 Agustus 1995 ini dikenal ramah, sopan, dan berwibawa. Hengki, begitu ia dipanggil, mulai melukis mimpi dengan aktif mengikuti organisasi. Sejak duduk di bangku sekolah, ia sudah menjadi Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Bengkulu Selatan.
Selanjutnya, pada saat Sekolah Menengah Atas (SMA), Hengki juga bergabung di OSIS. Saat itu, ia menjadi Ketua Divisi Pengembangan Human Research Development (HRD) di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkulu Selatan.
Tidak cukup sampai di situ, sejak duduk di bangku perkuliahan, Hengki mulai bergabung di English Debate Championship (Edec). Sekarang, Edec sudah resmi menjadi Unit Kegiatan Mahsiswa dengan nama Unit Kegiatan Bahasa Asing UNP. 2017 ini, Hengki lah ketua atau presidennya.
Hengki memiliki komitmen, yaitu consistency brings victory. Artinya, konsistensi membawa kemenangan. Hengki mengakui bahwa pengalaman itu mahal karena kesempatan tidak datang dua kali. Meskipun hasilnya antara menang atau kalah, namun setidaknya mau mencoba. "Jika seseorang konsisten memberikan yang terbaik, maka dialah pemenangnya," kata Hengki.
Selain membuat bangga oarangtuanya, Hengki juga mengharumkan UNP di kancah Nasional maupun Asia Tenggara dengan berbagai ajang debat Bahasa Inggris yang diikutinya. Yaitu, Peserta pada Sumatra English Olimpic Championshipdi Universitas Riau 2014. Juara 1 pada Riau English Festival (REF) 2015 di Universitas Islam Sultan Syarif Kasim, Riau.
Sementara, pada tahun 2015, Hengki mewakili UNP pada ajang National University Debating Championship di Universitas Tanjungpura, saat itu, menjadi juara 3. Dan kembali, juara 1 diraihnya pada Champion of Debate ROXED, Universitas Andalas. Berbekal prestasi itulah, Hengki dipercaya mewakili UNP dalam ajang debat berbahasa Inggris tingkat dunia di Malaysia tahun 2015.
Tak ayal, berkat prestasi dan pengalamannya, Hengki seringkali ditunjuk sebagai juri dalam ajang lomba debat berbahasa Inggris. Antara lain, menjadi juri English Debating CompetitionSMAN 2 Padang pada 2014. Juri ROXED Debating Championshipdi Universitas Andalas pada 2015. Juri Sumatra Overland Varsity English Debate(SOVED) di Universitas Bengkulu pada 2016. Terakhir, 2017, Hengki menjadi juri Debate Sumatra English Olympic (SEO) di Universitas Riau.
Serangkain prestasi yang diukir Hengki mengakui itu tak lepas dari kerja keras dan dukungan orangtua, dosen, dan teman-temannya. Namun, Pernah satu kali, kata Hengki, untuk mengikuti ajang lomba debat di Malaysia, ia tak mendapat izin dari kedua orangtuanya. Akhirnya, melihat tekad Hengki yang kuat, ia mampu meluluhkan hati orangtuanya. "Pesan yang selalu saya ingat dari orangtua adalah salat. Jangan tinggalkan salat," ungkapnya.
Akhir cerita, Hengki berkeinginan mahasiswa yang ada di UNP seluruhnya bisa berbahasa Inggris. Karena jika tidak, kata Hengki, mahasiswa akan terkesan kurang kompetitif sehingga banyak peluang yang hilang, baik peluang bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit. "Bahasa itu jangan dianggap sebagai ilmu, namun bahasa itu adalah skill yang harus diterapkan dalam kehidupan. Kalau bisa berpikir pun harus dengan bahasa Inggris," tutup Hengki.
Penulis: Rahmah*
Editor: Arrasyd
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!