Universitas Negeri Padang

Zulkifli Hasan: Banyak Tantangan Pemuda Masa Kini

Zulkifli Hasan: Banyak Tantangan Pemuda Masa Kini
Penyampaian materi tentang Pemuda dan Nasionalisme Masa Kini oleh Ketua MPR RI, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., dalam kuliah umum di Auditorium UNP, Selasa (12/12). f/ Monalisa*

Mengusung tema, "Pemuda dan Nasionalisme Masa Kini" Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Kuliah Umum dengan pemateri Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., di Auditorium UNP, Selasa (12/12).

Dalam paparannya, Zulkifli menjelaskan bahwa banyak tantangan yang dihadapi pemuda masa kini. Puncaknya setelah reformasi, nasionalisme pemuda pada abad ke -21 berhadapan dengan sejumlah tantangan secara bersamaan.

Beberapa permasalahan tersebut, pertama adalah kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi. Salah satu puncaknya adalah penemuan internet yang sudah masuk pada tahap yang luar biasa. "Mencari seseorang sangatlah mudah menggunakan internet. Kita sudah bisa dibaca oleh mesin," jelasnya.

Kedua, Globalisasi yang membuat dunia terlihat sempit dengan adanya jagat maya, jadat spiritual, serta interaksi antara manusia yang berpindah-pindah dari jagat nyata ke jagat maya.

Alhasil, semua bagian dunia terhubung. Batas fisik antara negara itu runtuh dan dunia menjadi sebuah perkampungan kecil. Pergaulan antara manusia berlangsung secara global maka munculah tuntutan kebudayaan baru yang disebut kosmopolitanisme.

"Semua orang dipaksa menjadi kosmopolik, ketika kita ada di suatu tempat, orang lain bisa melihat kita di tempat yang berbeda, tidak ada rahasisa lagi," jelasnya.

Ketiga, Media sosial dan personalisasi. Gelombang internet diikuti oleh gelombang lain yaitu jaringan sosial. Setiap orang merasakan kebebasan, nyaris tanpa batas untuk mengekspresikan diri. "Media sosial membuat sesuatu menjadi lebih personal," jelasnya.

Namun saat ini, langgang sejarah berubah. Pada abad 21 ini, orang-orang atau sebagian orang bisa menjadi pahlawan atau mempahlawankan diri. Setiap orang mempunyai peluang yang sama dan terbuka luas. "Polisi, orang kaya, orang miskin, ustadz, pengusaha, TNI, dan lainnya memiliki peluang yang sama dalam perkembangan dunia," tambahnya.

Selain itu, Zulkifli juga menjelaskan bahwa ada dua generasi yang lahir pada abad ke-21 ini, yaitu generasi milineal dan generasi Z. Kedua generasi ini menjadi penggerak utama perubahan dunia yang sekarang lebih dikenal dengan nama generasi zaman now.

Mereka berpikir bahwa mereka adalah generasi mandiri yang membentuk dunia dan berkeyakinan bahwa berekspresi adalah segala-galanya, berani menyatakan keberagaman, dan semua orang berhak untuk berbeda dengan yang lain.

"Jadi untuk mengaturnya susah. Maka dari itu, nasionalisme akan tanpa arti jika tidak bisa menyesuaikan diri dan karakter generasi," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Monalisa
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi Cetak
Diedit & Diverifikasi oleh: Dwi Agustini (Editor dan Videografer)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.