Universitas Negeri Padang

Kongres Perempuan dan Deklarasi Forum Perempuan UNP

Kongres Perempuan dan Deklarasi Forum Perempuan UNP
Penyampaian hasil diskusi komisi satu oleh Septi Handayani pada acara Kongres Perempuan dan Deklarasi Forum Perempuan UNP di Ruang Senat Rektorat Lama, Rabu (11/4).

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Kongres Perempuan dan Deklarasi Forum Perempuan UNP di Ruang Senat Rektorat Lama UNP, Selasa-Rabu (10-11/4).

Diawali dengan talkshow yang bertemakan "Mengembangkan Izzah Seorang Perempuan sebagai Bekal dalam Memperjuangkan Nasib Perempuan dan untuk Menjadi Dasar Pembentukan Peradaban" bersama dua pemateri yaitu Hj. Harneli Bahar dan Epa Tania S.Pd.

Ketua Pelaksana, Yona Safitri mengatakan, tujuan acara ini untuk pencerdasan peran perempuan sebagai dasar terbentuknya peradaban, dan mewadahi perempuan UNP menyampaikan pemikirannya. Selain itu, Yona mengatakan melalui acara ini, akan dibentuk sebuah forum perempuan yang akan bergerak mengawal visi misi peradaban perempuan.

Hari selanjutnya, digelar forum diskusi yang membahas isu dan permasalahan mengenai perempuan dan anak. Teknisnya, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok yang disebut komisi satu, dua, dan tiga. Setiap kelompok berdiskusi dan mempresentasikan permasalahan yang dibahas sesuai dengan tema diskusi yaitu Pendidikan dan Perlindungan Perempuan dan Anak.

Komisi satu, membahas isu pemaksaan anak untuk bekerja. Komisi dua mengulik mengenai kesejahteraan perempuan. Komisi tiga mengangkatkan permasalahan terkait pendidikan dan perlindungan perempuan.

Ketua Komisi satu, Septi Handayani dalam paparan presentasinya mengatakan bahwa ada dua faktor penyebab terjadinya pemaksaan anak untuk bekerja yaitu faktor orang tua dan orang lain. Faktor dari orang tua meliputi, pertama, orang tua malas atau tidak mau berusaha mencari pekerjaan. Kedua, faktor ekonomi yaitu orang tua yang mengalami kesulitan ekonomi meminta bahkan memaksa anaknya bekerja. Ketiga, anggapan bahwa anak mudah menarik orang untuk memberikan uang. Keempat, faktor lingkungan sekitar. Kelima, belum siapnya orang tua membina rumah tangga dan mendidik anak.

Selain itu, Septi juga menyampaikan solusi yang diberikan komisi satu untuk memecahkan permasalahan ini yaitu dengan IDENDU (Identifikasi dan Edukasi). Melakukan Identifikasi dengan mengadakan kerja sama ke forum anak nasional, forum anak daerah dan badan statistik. "Badan statistik ini untuk tau berapa panti asuhan yang terdaftar dihukum," ujarnya. Sedangkan Edukasi lebih ke penanggulangan. Komisi satu akan memberikan bantuan kepada psikologis dan akademik seorang anak. Tak luput, peran Kantor Urusan Agama untuk memberikan sosialisasi mengenai pernikahan.

Lain halnya dengan komisi satu, Komisi 2 membahas permasalahan finansial. Masalah ini beranjak dari banyaknya mahasiswa khususnya perempuan yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal, mahasiswa yang banyak mengikuti tren dan maraknya mahasiswa yang menjadi ayam kampus. Solusi yang diberikan untuk permasalahan ini adalah dengan melakukan pendekatan atau pelatihan. Artinya, komisi dua akan melatih mereka untuk memiliki sebuah keterampilan. Lalu melakukan survei, siapa saja yang mengalami kesulitan untuk membayar uang kuliah, membuat komunitas hingga melakukan penggalangan dana untuk mahasiswa tersebut.

Lebih lanjut, permasalahan yang diangkatkan setiap komisi nantinya akan ditindaklanjuti dalam Forum Perempuan UNP yang telah dibentuk. Dalam Forum Perempuan tersebut berisi orang yang peduli terhadap kondisi fisik dan moral perempuan.

Selain itu, Yona berharap melalui kegiatan ini dapat meyakinkan kepada wanita Indonesia bahwa izzah seorang perempuan harus dijaga. Perempuan adalah tonggak peradaban yang melahirkan setiap generasi. "Jangan remehkan perempuuan, lindungilah dia dan hapus pelecehan terhadapnya," ungkapnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Nadilla Aprisia
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Pelaksana
Diedit & Diverifikasi oleh: Laila Marni (Pemimpin Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.