Terorisme merupakan ancaman kekerasan yang ditujukan kepada target sipil/non-kombatan dengan tujuan politik atau ideologi. Hal ini disampaikan oleh Polda Sumatra Barat (Sumbar) Kompol Yufrinaldi dalam materi Cegah Terorisme di Auditorium UNP, Kamis (5/7).
Pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru jalur SNMPTN tersebut, Kompol mengatakan bahwa terorisme berkaitan dengan paham radikalisme. Radikalisme adalah proses mengadopsi dan menyebarkan paham yang memperbolehkan penggunaan kekerasan untuk melakukan perubahan sosial politik.
Kompol menjelaskan, sudah banyak radikalisme di Indonesia. Contoh radikalisme tersebut berupa pergerakan memperjuangkan negara islam yang sudah ada sebelum kemerdekaan dan kasus Darus Islam (DI) tahun 1949-1962 dipimpin oleh Kartosuwiryo. Kompol juga mengatakan, Radikal memiliki peluang ancaman panatisme berlebihan, intoleransi, pro kekerasan, militan, dan terorisme.
Radikalisme dibedakan atas enam kelompok. Pertama radikal gagasan, merupakan kelompok yang secara gagasan radikal namun tidak terlibat kekerasan. Kedua radikal milisi, merupakan kelompok dakam bentuk milisi yang terlibat dalam konflik komunal. Ketiga radikal separatis yang mengusung misi-misi separatisme/pemberontakan. Keempat radikal premanisme merupakan kelompok dalam bentuk kekerasan terhadap kemaksiatan. Kelima radikal lainnya yang menyuarakan kepentingan politik, sosial budaya, dan ekonomi. Terakhir radikal terorisme yang menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuannya berhubungan dengan agama.
Lebih lanjut, Kompol juga menampilkan kasus dan data pelaku terorisme yang ada di Sumbar. Mahasiswa diajak untuk waspada terhadap kegiatan radikalisme di dunia maya, kegiatan mantan narapidana dan tempat-tempat yang diperkirakan tempat latihan dalam teror.
Pada akhir materi, Kompol meminta partisipasi mahasiswa untuk menjaga keamanan dan pertahanan negara dengan tidak melakukan hal-hal yang membuat negara rugi seperti terorisme. "Apa saja jabatan suatu hari nanti, hindari tindakan melanggar hukum yang membuat negara rugi, tugas kita menjaga negara ini," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!