Berdasarkan keputusan nomor 2288/B3.1/KM/2018 pada 2 Agustus lalu. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan daftar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang masuk Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 27 Agustus hingga 2 September mendatang. Dari 440 PKM yang lolos, dua PKM UNP berhasil masuk PIMNAS.
Salah satu tim UNP, yakni PKM Karsa Cipta yang berjudul Aplikasi Kotor Amat (Korektor Kalimat) Berbasis Android untuk Anak Tunarungu. Jum'at (3/8), Ketua tim,Yulia Wirna Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa TM 2014 mengungkapkan bahwa PKM tersebut dilatarbelakangi karena fakta di lapangan membuktikan bahwa anak tunarungu sering terbalik-balik ketika berkomunikasi menggunakan bahasa tulisan.
Walaupun demikian, anak tunarungu suka berkomunikasi seperti anak normal lainnya. Dikarenakan hal tersebut, ide ini bertujuan agar anak hambatan pendengaran dapat belajar bahasa tulis secara mandiri sehingga bahasa tulis yang mereka gunakan tidak terbalik-balik lagi. Selain itu, penemunaan ini diharapkan dapat sebagai media pembelajaran inovatif untuk guru.
Bersama teman sejurusannya, Elisa Cristina Silitonga dan Fika Rusli Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika TM 2015, Wirna merasa senang dan tidak menyangka jika kelompoknya dapat lolos ke PIMNAS dari 23 PKM UNP yang masuk tahap Monitoring dan Evaluasi Eksternal Juli lalu.
Lanjutnya, Wirna mengungkapkan bahwa hasil PKM mereka telah memiliki hak cipta dan dapat diunduh di Play Store. Selain itu, Aplikasi tersebut juga telah diujikan terhadap anak tunarungu untuk mencari kelebihan dan kelemahan.
Cara penggunaan aplikasi ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi lainnya. Penguna dapat menekan tombl khusus lalu akan muncul beberapa soal acak. Di sini pengguna dimita untuk mengetikan jawaban yang menurut pengguna benar. Jika jawaban benar, akan tampil tulisan reward bahasa isyarat dan gerakan bibir benar.
Letak kelebihan korektor kalimat ini, yaitu jika anak menjawab salah maka terdapat bantuan untuk mengoreksi jawaban tersebut. Ada juga fitur tambahan kamus Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI). Serta permainan tebak isyarat SIBI yang bisa digunakan untuk orang normal yang penasaran dan tertarik dengan bahasa isyarat.
Ketua Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM) UNP, Sugiartono mengatakan awalnya PPIPM menargetkan PKM yang lulus ke PIMNAS sebanyak 10 PKM dari 23 tim PKM yang masuk tahap Monitoring dan Evaluasi eksternal Juli lalu. PIMNAS diikuti oleh mahasiswa yang telah lulus berbagai seleksi di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Akan tetapi,walaupun hanya dua tim yang lolos, mereka tetap bersyukur karena disinilah titik balik UNP terkait tolak ukur membawa nama UNP di kancah nasional.
Lanjutnya, Tono mengatakan dari PPIPM mempersiapkan hal-hal yang diperlukan peserta. "Semoga tim ini menang dan mahasiswa UNP lebih berpartisipasi, mengetahui, dan mendalami PKM dengan banyak belajar terus dan bersemangat," harapnya, Minggu (5/8).
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!