Sejak tahun 1947 hingga 2012 Israel mulai melakukan penguasaan wilayah secara perlahan di daerah-daerah pinggir Palestina. Hal ini disampaikan oleh Syekhah Islam Jamal Al Nabih, Pakar Komunikasi Pendidikan Keluarga asal Palestina. "Penyusutan luas wilayah tersebut terjadi sedikit demi sedikit," ujarnya saat menjadi pemateri Kajian Cantik Muslimah Teladan di Aula Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jumat (14/9).
Penjajahan yang dilakukan Israel merambat hingga dalam pengaturan jadwal beribadah para muslim yang berada di Palestina. Untuk dapat memasuki Masjidil Aqsa, Kata Syekhah, para jemaah diatur pada waktu-waktu tertentu. "Terdapat pembagian waktu seperti perhari, perbulan bahkan pertahun untuk masing-masing jemaah," jelasnya.
Terkadang terdapat muslim Palestina yang mendapatkan kekerasan dari prajurit Israel saat akan memasuki Masjid. Hal itu dilakukan untuk membuat para jemaah Masjidil Aqsa jera agar tidak melakukan ibadah di sana. "Terkadang hanya diberhentikan saja, tapi ada juga yang sampai kekerasan fisik," ujarnya.
Bahkan untuk aliran listrik yang ada di Kota Gaza hanya berlangsung selama 3 jam. Sehingga untuk anak Palestina yang ingin belajar di malam hari hanya mengunakan pencahayaan seadanya. Selain itu, terdapat larangan membawa obat-obatan masuk ke dalam Gaza. Masyarakat Gaza sendiri dilarang untuk berobat keluar. "Sehingga para muslim yang sakit hanya akan semakin menderita dengan menunggu waktu kematian," ujarnya.
Penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina semakin menjadi jadi. Tidak cukup dengan menghancurkan bangunan rumah warga, masjid dan rumah sakit, Israel juga menghancurkan universitas yang ada terutama pada bagian laboratorium.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!