Generasi milenial memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, hal itu disampaikan oleh Prof. Ir. Joni Hermana selaku Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam penyampaian materinya tentang Disrupsi pada acara Konaspi IX yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP
Karakteristik tersebut, diantaranya ialah lebih suka mengeluarkan uang untuk kesenangan atauExperience, seperti liburan dibandingkan membeli aset, olahraga lebih dari sekali seminggu dan berniat untuk berbelanja sebanding atau bahkan lebih banyak di tahun depan.
Joni menyampaikan bahwa karakter seperti itu terbentuk karena generasi tersebut hidup di era perkembangan teknologi yang tumbuh dengan pesat. Tak hanya itu, ketersediaan yang serba instan dan semua aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di dunia nyata lambat laun bergeser ke dunia maya, hal inilah yang dinamakan dengan Disrupsi.
Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bahwa disrupsi ini tidak hanya terjadi pada era revolusi 4.0 saja, namun juga terjadi pada setiap era revolusi industri. Akan tetapi, berbeda dengan perubahan pada era sebelumnya yang berlangsung lambat, pada era revolusi 4.0 ini perubahan tersebut justru berlangsung dengan cepat. Hal tersebut disebabkan karena teknologi digital telah berkembang dengan sangat pesat sehingga memiliki dampak yang lebih besar.
Selain itu, dalam materinya ia juga menjelaskan bahwa banyak tantangan yang akan dihadapi oleh generasi milineal kini yang disebabkan dengan kebiasaan penggunaan teknologi canggih. Tantangan tersebut salah satunya ialah menjadi ancaman dalam hal transparansi dan akuntabilitas,
Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa kerangka konseptual yang harus dipersiapkan oleh para pendidik kepada anak didiknya, yaitu menumbuhkan perilaku dan nilai inovatif, kritis dan spiritual, serta kemampuan atau kompetensi dalam berwirausaha.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!