Berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Dedi merupakan tamatan S2 di University of Manchester melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) luar negeri.
Dalam materinya yang bertema "Sebuah Cerita Berburu Beasiswa Belajar di Inggris Raya", Dedi menyatakan bahwa tangga pertama untuk mendapatkan beasiswa yaitu keyakinan. "Kalau kita sudah yakin, kita akan bisa walaupun semua orang tak yakin pada kemampuan kita," ujarnya.
Tangga kedua, yaitu motivasi yang kuat. Lalu yang ketiga, kata Dedi, yakni komitmen, konsistensi, dan kerja keras. "Harus ada usaha keras. Kalau kita miskin hatilah yang diperkaya dan cari teman yang memiliki tujuan yang sama. Kesusahan atau kepayahan boleh tapi berhenti jangan," pesannya.
Keempat, yaitu istiqomah, be positive, dan kesabaran. Selanjutnya, yang kelima, yaitu doa orang tua. Kemudian yang keenam, mencari link beasiswa. "Menunggu itu tidak ada, bergerak itu selalu", tegas Dedi.
Dalam kesempatannya, Dedi juga memaparkan beberapa jenis beasiswa yang ada beserta negara penyelenggaranya. Di antaranya LPDP-Indonesia, BPPLN Dikti-Berbagai Negara, Chevening-Inggris, AAS-Australia, Fulbright-Amerika, Stuned-Belanda, NZS-New Zealand, Turkiye Scholarship-Turki, Swedia Institute-Swedia, Monbukagakusho-Jepang, KGSP-Korea, dan lain sebagainya.
Untuk beasiswa di Indonesia sendiri, yaitu LPDP, memberikan beasiswa kepada anak bangsa guna mempersiapkan generasi yang dapat membangun Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Dedi menuturkan bahwa LPDP program luar negeri terbagi menjadi dua, yakni program reguler dan program afirmasi. Pertama, program regular. Pada program ini siapa saja boleh mendaftar dengan beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Di antaranya menyertakan International English Language Testing System (IELTS) dengan nilai minimal 6,5; surat keterangan sehat dan bebas Tuberkulosis, dan boleh juga menyertakan Letter of Acceptance atau surat keterangan tanda terima di kampus. Pilihan kampus pada program ini terbatas.
Kedua, lanjut Dedi, program afirmasi. Pada program ini pendaftaran dibatasi sesuai dengan jalur tertentu, misalnya alumni Bidikmisi, miskin berprestasi, dan daerah Terluar Terdepan Tertinggal (3T). Para pendaftar boleh menyertakan sertifikat Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) Institutional Testing Program (ITP) dengan nilai minimal 500. Pada program ini, pilihan kampus lebih banyak dan mendapatkan pelatihan IELTS jika lulus seleksi.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!