Universitas Negeri Padang

Menulis Artikel Ilmiah, Harus Perhatikan Hal-hal Dasar

Menulis Artikel Ilmiah, Harus Perhatikan Hal-hal Dasar
Yohandri, M.Si., Ph.D., memaparkan materinya pada acara Open Ceremony PPIPM Fair 2019 di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi UNP, Senin (28/10). f/Ozza

Bertemakan "Indonesia Emas 2045", Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Open Ceremony PPIPM Fair 2019 di Auditorium Prof. Kamaluddin Lt.4 Fakultas Ekonomi UNP, Senin (28/10).

Acara ini mendatangkan pemateri dari UNP sendiri, yaitu Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNP, Yohandri, M.Si., Ph.D., yang setiap tahun banyak menerbitkan artikel ilmiah.

Dalam materinya, Yohandri memaparkan bahwa artikel ilmiah adalah sesuatu yang mempunyai dasar, lugas, dan langsung dengan kepenulisan yang sederhana. "Artikel ilmiah tidak boleh disebut fiksi/fiktif karena mempunyai data, tapi kalau hipotesis boleh karena itu hasil pengolahan pikiran," terangnya.

Orang-orang yang menulis jurnal ilmiah, lanjut Yohandri, akan mendapatkan reputasi internasional jika memperhatikan produktifitas dan kualitas. Produktifitas dalam riset dilihat dari banyaknya seseorang menerbitkan artikel, sedangkan kualitas riset itu dilihat dari semakin banyak orang memakai hasil riset itu sebagai rujukan.

Lebih lanjut, Yohandri memaparkan bahwa ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penulisan artikel ilmiah, yaitu konten atau ide yang dibutuhkan dan menyelesaikan permasalahan, lalu dilanjutkan dengan packing.

"Packing sangat dibutuhkan karena tampilan kita bisa membangun perspektif pembaca untuk tertarik. Jadi kita harus bisa membuat hal sederhana seolah-olah penting dan itu benar penting," jelas Yohandri.

Seteleh mengenal apa itu riset, lanjut Yohandri, muncul pertanyaan mengenai bagaimana memulai dan menulis riset. Terkait hal itu, Yohandri menyebut bahwa membuat riset itu sebenarnya sangat mudah, hanya saja untuk memulainya itu sangat sulit.

"Ibaratkan dengan perseneling mobil, untuk langkah awal pasti harus gigi satu membutuhkan torsi yang besar, tapi pas sudah jalan gigi berapapun bisa jalan. Begitupun dengan riset dan menulis ilmiah, kita harus mengumpulkan energi terlebih dahulu sebelum melakukan riset," ujar Yohandri.

Yohandri menambahkan bahwa langkah awal untuk mulai menulis itu adalah dengan membaca, paling sedikit baca lima artikel ilmiah dan cari kelemahannya. Kelemahan itulah yang dijadikan suatu masalah yang harus dipecahkan. Untuk pola penulisan riset yang mudah, katanya, dapat dibuat seperti pada umumnya, yakni amati, tiru, dan modifikasi.

"Di sini maksudnya bukan meng-copy paste, tetapi bagaimana kita mempelajari pola-pola penulisan dan kelemahan suatu artikel. Meng-copy paste itu tidak boleh, tapi meniru pola penulisan dan pola kalimat itu boleh dan setelah kita membaca artikel lain kita mendapatkan suatu permasalahan yang harus dipecahkan," tegas Yohandri.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Ozza Syafrigo
Jurnalis • Liputan Berita

Layouter
Diedit & Diverifikasi oleh: Julia Fitri (Redaktur Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.