Universitas Negeri Padang

Launching KRTI, UKRO UNP Kenalkan Dua Robot Terbang

Launching KRTI, UKRO UNP Kenalkan Dua Robot Terbang
Pembukaan acara Launching Kontes Robot Terbang Indonesia di Aula FPP UNP, Jumat (11/8). f/Aisyah

Ganto.co -Unit Kegiatan Robotika Universitas Negeri Padang (UKRO UNP) mengadakan kegiatan Launching Kontes Robot Terbang Indonesia. Kegiatan yang bertema "Mengudara Kita Jaya, di Udara Kita Juara" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) pada Jumat (11/8).

Delon Agusta selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa, tujuan diadakannya acara ini untuk memperkenalkan dua robot terbang yang telah dibuat dan diriset oleh UKRO. Ada dua robot yang berasal dari dua divisi yang akan mengikuti perlombaan ini yaitu ada robot berbentuk pesawat jet tempur dari divisi Racing Plane yang berdiri sejak 2019, dan ada robot yang berbentuk drone dari divisi V-Tol yang berdiri dari 2021.

"Tujuan diadakannya acara launching ini adalah untuk memperkenalkan beberapa robot terbang yang telah dibuat dan diriset oleh beberapa anggota robotik. Pada tahun ini terdapat dua jenis robot, yang pertama yaitu robot yang berbentuk drone dari divisi V-Tol dan yang kedua yaitu berbentuk seperti pesawat jet tempur dari divisi Racing Plane," ungkapnya.

Lebih lanjut Delon mengungkapkan bahwa, untuk menerbangkan robot-robot tersebut dibutuhkan wilayah yang luas, karena UNP adalah zona merah untuk penerbangan pesawat sehingga mengakibatkan mereka tidak bisa menerbangkan atau mendemonstrasika robot mereka di UNP.

"Untuk penerbangan atau mendemonstrasikan robot ini membutuhkan wilayah yang cukup luas, kalau kita adakan di UNP adalah zona merah untuk penerbangan pesawat, dan itu harus dapat izin langsung dari Komandan TNI-AU," ungkapnya.

Ketua Umum, Ardiansyah mengatakan bahwa, Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) ini akan berlangsung dari 13 sampai 15 Agustus 2023. Pada Senin (14/8) robot yang akan mengikuti lomba akan diterbangkan di Landasan Udara TNI-AU Sutan Sjahrir, Padang.

"Robot ini akan dilombakan di KRTI akan berlangsung dari 13 sampai 15 Agustus 2023. Hari Minggu nanti dua tim ini akan melaksanakan technical meeting dan running test, selanjutnya di hari Senin nanti akan lomba di Landasan Udara TNI-AU Sutan Sjahrir, Padang," jelasnya.

Nadillah Lovella dan Widya Afriza, selaku anggota dari UKRO mengatakan bahwa, persiapan untuk lomba ini sudah dimulai dari kepengurusan tahun kemaren. Pada Mei 2023 mereka mulai mengupgrade robot tersebut saat menerima peraturan yang diberikan oleh pihak lomba KRTI.

"Kalau untuk persiapan udah dilakukan cukup lama, dari kepengurusan kemaren. Kalau mengupgradenya itu ketika rules dari perlombaan KRTInya keluar jadi lebih mendekati apa-apa saja yang dibutuhkan ketika lomba dan penilaiannya. Untuk penguman lombanya sudah keluar cukup lama juga yaitu dari bulan Mei," ungkap Nadillah dan Widya saat diwawancarai Ganto di Sekretariat UKRO.

Lebih lanjut, mereka juga menjelaskan bahwa untuk lombanya dilakukan melalui zoom dengan tiga kamera yang akan merekan saat penerbangan di Lanud. Jika lolos tingkat wilayah ini, mereka bisa lanjut ke tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Lampung.

Mereka juga mengatakan bahwa bagian yang sulit itu saat waktu pembagian riset, masalah cuaca, dan tempat terbangnya yang sedikit sulit.

"Mungkin kesulitannya itu dalam waktu pembagian riset dan ditambah juga tugas-tugas kuliah anak teknik, masalah cuaca juga, dan tempat terbang juga, biasanya kan di Lanud tapi kadang Lanud itu dipakai, dan masalah perizinan masuk ke Lanudnya juga sedikit susah," ujarnya.

Mereka juga menjelaskan bahwa Racing Plane ini memiliki banyak cadangan frame dan rata-rata landingnya memang jatuh ke tanah. Yang dinilai di sini adalah kecepatannya.

"Kalau untuk racing plane itu memang banyak cadangan dari frame-framenya, tahun 2021 lolos nasional dalam landing take. Kalau rata-rata RP itu landingnya emang jatuh, dan yang dinilai adalah kecepatannya. Pada saat itu dia terbang seperti angka delapan dan nanti dihitung berapa kali dia melakukan putaran selama waktu yang ditentukan," jelasnya.

Terakhir mereka menjelaskan kalau drone tahun ini menerbangkannya menggunakan program dan tidak menggunakan remot lagi. Ada beberapa kesulitan juga yang mereka alami seperti program-program dan sensor-sensor yang dipakai.

"Kalau drone tahun kemaren ada di dalam ruangan, nanti akan membaca barcode pake QR came. Sekarang objek yang warna orange tadi dijatuhkan ke dalam keranjang warna merah. Terbangnya pakai program jadi tidak pakai remot lagi, ketika diprogram tinggal kita tekan enter dan dronenya terbang sesuai rule. Kesulitan tahun sekarang itu lebih ke programnya, banyak program, sensor-sensor juga perlu," tutupnya.

Yusuf, S.Pd yang mewakilkan WR I secara resmi membuka acara launching kontes robot terbang Indonesia menuju kontes nasional ini.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Aisyah Fitri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Pelaksana
Diedit & Diverifikasi oleh: Silfi Robiati (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.