Evergreen

Kekerasan Seksual Semakin Tak Terbatas, Berikut 6 Dampak Serius Akibat Hal Ini!

Kekerasan Seksual Semakin Tak Terbatas, Berikut 6 Dampak Serius Akibat Hal Ini!
Sumber: Pinterest

Ganto.co - Dikutip dari website dkjkn.kemenkeu.go.id, kekerasan seksual tak lagi mengenal batas. Bahkan, mulai menyelinap masuk ke dalam institusi yang konon menjunjung tinggi akal dan moral: kampus dan tempat kerja profesional. Ironisnya, perempuan yang menempuh pendidikan tinggi justru sering menjadi korban dan potensi kekerasan seksual.

Banyak dari korban kekerasan seksual yang lebih memilih untuk bungkam, karena merasa malu dan takut dipojokkan. Mirisnya, bahkan korban bisa merasa disudutkan, dipermalukan, dan juga merasa tertekan.

Berikut ini adalah enam dampak serius kekerasan seksual terhadap perempuan terdidik yang tak hanya menyisakan luka pribadi, tapi juga mengungkap lemahnya sistem yang seharusnya berpihak pada korban:

1. Trauma Psikis Berkepanjangan

Kekerasan seksual menciptakan luka mental yang dalam. Kecemasan akut, dan depresi menghantui korban, mengganggu proses belajar maupun produktivitas kerja. Sistem sering kali tidak menyediakan dukungan pemulihan yang memadai, seolah trauma adalah urusan pribadi, bukan kegagalan institusi.

2. Turunnya Kepercayaan Diri

Alih-alih mendapat perlindungan, korban justru disudutkan. Mereka mulai meragukan diri sendiri, kehilangan arah dan juga keberanian untuk berbicara, dan menarik diri dari ruang-ruang publik.

3. Stigma Sosial

Di kalangan berpendidikan, citra dan reputasi sering kali lebih dijaga daripada kebenaran. Korban kerap dituding "berlebihan" atau "mencari perhatian". Hal ini dapat merusak, membungkam korban, dan juga memperkuat budaya diam.

4. Gangguan Akademik dan Karier

Tak sedikit perempuan terdidik yang memilih mundur dari perkuliahan, dari pekerjaan karena tekanan psikologis, rasa malu, atau bahkan pembalasan dari pelaku yang punya kuasa. Institusi hanya diam, sementara korban menanggung semua penderitaan.

5. Institusi Gagal Lindungi Korban

Mekanisme pelaporan yang rumit, minimnya pendampingan psikologis, hingga ketakutan akan stigma membuat korban ragu melapor. Banyak kampus lebih peduli menjaga citra daripada menjamin keadilan.

6. Rendahnya Edukasi Seksual

Banyak perempuan terpelajar pun tidak dibekali dengan pengetahuan tentang batas tubuh, hak-hak sebagai korban, dan saluran hukum yang tersedia. Pendidikan tinggi ternyata tak menjamin kesadaran gender yang adil.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Vivian Amelia Putri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Pelaksana
Diedit & Diverifikasi oleh: Fitri (Redaktur Berita Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.