Aku botol terbuang
sudah berapa kali terpental;
pontang-panting di jalanan,
trotoar, rerumputan,
ban kendaraan, dan kaki-kaki manusia jalang.
Aku botol terbuang.
Dari wadah bekas minuman;
air rasa, air luka,
air suka, air duka,
air rindu, air madu.
air apa yang entah, tapi aku terbuang.
Aku botol terbuang
dari sisa-sisa muncung manusia jalang,
berhujung nasib jadi petualang,
mencari arti dari kisah yang malang.
Aku si botol terbuang;
terpisah kepala dan badan,
menggelinding tanpa pakaian.
Hingga suatu hari bertemu pemulung,
menyeret karung penuh harap diantara kecemasan,
aku ditumpang, di timang dan di ganti dengan mata uang.
Ini laguku,
nyanyian botol terbuang,
menyeka nasib malang,
menjelang petang,
aku memimpikan mesin daur ulang.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!