Di rel
sunyi berbisik angin
Langkah
terakhir tertinggal di ujung jalan
Bayang-bayang
terlukis di langit kelam
Sosoknya
kini hanya kenangan
Kereta
berlalu, tanpa ampun
Menghancurkan
mimpi yang tak terselamatkan
Anak itu
menjerit, menyayat hati
Memanggil
mama yang diseret pergi
Jeritannya
yang tak terdengar di balik deru besi
Meninggalkan
duka yang tak terperi
Siapa
yang salah? Apakah waktu?
Atau
nasib yang menggiringnya ke sana?
Apakah
keinginan mereka melihat kereta sebagai hiburan
Atau
pemerintah yang abai memperhatikan
Mereka
bilang takdir telah menentukan
Tapi rasa
bersalah merayap diam-diam
Siapa
yang salah, tak pernah jelas
Namun
kehilangan, terasa begitu keras
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!