Puisi

Ayah

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 4 April 2024 01:46 WIB • 👁 433 Pembaca
Ayah
Sumber foto : Liputan6.com

Ayah
Gugupku bicara jika jauh darimu
Tertatih jalanku tanpa dituntun olehmu
Berlinang air mataku saat dibentak manusia-manusia itu


Ayah
Aku masih seperti gadis kecil yang Ayah gendong beberapa tahun lalu
Ayah
Usiaku boleh saja bertambah, tapi relungku masih dipenuhi olehmu
Ceritaku masih ingin didengarmu
Ratapku masih ingin dipangkuanmu


Namun, keluhku tak lagi sampai Ayah
Memandangmu tak buat mampu kata itu terucap
Takut jika bebanmu bertambah
Takut jika tidurmu tak lagi lelap


Biarku simpan Ayah
Biarku menjadi dewasa, tapi bolehkan aku masih menjadi gadis kecilmu Ayah?

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Septia Wulandari
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.