Tetesan hujan tak selalu diartikan bahasa cinta dari Pencipta
Bisa saja bentuk sumpah serapah dalam murka-Nya
Desiran ombak yang kau harapkan ketenangan darinya
Bisa saja menjadi bentuk kemarahan alam dan seisinya
Lalu, kau berkeluh panjang atas duka, seolah paling terluka
Dengan lancang kau salahkan Sang Pencipta
Dalam dosa kau tertawa tanpa peduli atas luka-Nya
Ia sudah terlalu bosan dengan keluh para pendosa
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri IniDia mungkin bertanya..
Apa kau benar ciptaaan-Nya?
Mengapa begitu enggan kau menyapa-Nya?
Kapan kau akan datang dan memeluk-Nya?
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!