Pada
secarik kertas dan tinta pena
Menggores
beribu-ribu aksara
Walaupun
berkali-kali harus tercoret
Walaupun
dinginnya menusuk
Panasnya
menyengat
Pahitnya
menyesak
Dan
manisnya yang mengusik
Akan
tetap ku tuang pada secarik kertas ini
Ku
tak mengerti
Apa
dan kenapa
Semua
seolah-olah memutari isi pikiranku
Luka
memang ada sembuhnya
Duka
memang ada perginya
Namun,
kenangan tak ada matinya
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!