Puisi

Menunggu Paling Tabah

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 5 Januari 2025 10:11 WIB • 👁 1.299 Pembaca
Menunggu Paling Tabah
Sumber Ilustrasi: Tribun Batam

Keretaku 'kan berangkat

Membawa hujan dan juga angan

Di sana bagaimana? Kotaku kuyup

Bulan tenggelam bintang menghilang

Senyap, aku pulang

Lilin-lilin menerangi malam

dan rayap mengikis kayu basah

Lenyap, sekalian aku

Jutaan detik memupus harapan

Mengasingkan diri dari keramaian

Katanya si menunggu paling tabah

Kata lainnya ialah aku payah

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sucy Putri Mayu
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.