Aku tumbuh dari peluh dan sabar kalian,
Dari tangan yang tak pernah berhenti menuntun.
Meski langkahku sering goyah di jalan waktu.
Setiap napas kalian adalah kitab yang kubaca
Tentang arti ikhlas dan sabar tanpa jeda,
Tentang cinta yang tak pernah menagih balasan.
Kalian tersenyum bukan karena sabar.
Tetapi karena hasil keringatku sendiri,
Dengan membawa nama kalian,
Di dada yang tak pernah lupa asalnya.
Semua kebanggaanku berawal dari dua tangan
Yang dulu menggandengku menuju cahaya.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!