Puisi

Beruntung atau Buntung

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 27 Oktober 2025 14:27 WIB • 👁 370 Pembaca
Beruntung atau Buntung
Ilustrasi: Pinterest



Ku peluk malam
Ku berbisik pada Tuhan
Berikan ku purnama di kala siang


Ku lempar siang
Ku berbisik pada Tuhan
Berikan ku mentari di waktu malam


Ku sogok ia dengan kain corak ka'bah
Kosong-kosong Ku hitung masa
Ku tendang kuyang, ku pakai selendang
Ku sembunyikan pemberian

Ku rayu empunya
Ku goda ia, ku turuti ia, ku layani ia
Ku keluar kan cahaya bening dari dalam nestapa
Netra.


Biarkan, habiskan, lepaskan, silahkan.
Lama.


Ku tambah tiga, mau istana
Ku tutup, komat-kamit, menjerit gigit
Ku telan purnama seraya memuntahkan mentari

Embun bersorak
"Dasar Perempuan sinting"
Ku maki pada cacing-cacing
"Ku butuh sekarang Bukan besok petang"

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Zahroh Salsabila Basir
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.