ku ingin melipat kenangan dengan baik
dan sisip pada lembaran buku yang disusun apik.
Tentang bagaimana kau tersenyum,
tentang bagaimana caramu membuatku tertawa,
tentang caraku bercerita, dan tentang caramu mendengar.
Seperti kopi suguhan pertamaku yang pahit, namun kau berdusta mencecap manis, dan aku larut
dalam tipu daya.
Seperti pertemuan pertama kita yang menyimpan hangat kecil, padahal rintik air berpacu jatuh
pada bumi.
Seperti aku, jatuh tanpa aba-aba dari lara.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!