Puisi

Kenangan di kamar Hampa

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 1 Februari 2026 20:18 WIB • 👁 160 Pembaca
Kenangan di kamar Hampa
Ilustrasi: Pinterest

Dinding suci menjadi cermin buta
Bilik jiwa makin hening, makin kosong
Jarum jam berdetik, menusuk ngeri,
Sunyi menganyun, mencekik setiap sisi


Ada yang dicaci dari jiwa sendiri,
Dari setiap pilihan yang berakhir sepi
Bahaya samar mengintai, dari sudut gelap hati,
Ketakutan memburu, tak bisa lari.


Sambil menanti Nasib, entah apa yang mendekat,
Ia terpelanting, seperti mendengar sebuah alunan.
Siapa memanggil? Suara apa yang mengambang?
Lutut bergetar, merosot, air mata basah.
Hanya satu nama yang terlepas dari bibir: bunda! Rangkul aku

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Khoriidah Angraini
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.