Puisi

Jejak yang Abadi

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 11 Maret 2026 08:18 WIB • 👁 392 Pembaca
Jejak yang Abadi
Ilustrasi: Pinterest

Langkahmu kini berhenti di ufuk senja
terbawa angin ke pelukan Tuhan yang hangat.
Meskipun raga bagai bintang yang tenggelam di cakrawala
nasihatmu bagai sungai yang tak pernah kering mengalir di sanubari.

Asmakam smrtih adalah lukisan indah di dinding hati,
tawa dan kasihmu adalah matahari yang menyinari hari-hari sepi.
Setiap sentuhan tanganmu terasa seperti embun yang menyejukkan,
terpatri abadi, bagai akar yang menancap kuat di bumi.

Beristirahatlah di taman surga yang penuh damai,
di sana kau adalah burung yang bebas terbang di langit biru
doaku adalah pelita yang tak pernah padam menerangimu,
dan kau akan selalu menjadi bintang penuntun di setiap langkah hidupku.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Putrie Assyifa Thahira
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.