Langkahmu kini berhenti di ufuk senja
terbawa angin ke pelukan Tuhan yang hangat.
Meskipun raga bagai bintang yang tenggelam di cakrawala
nasihatmu bagai sungai yang tak pernah kering mengalir di sanubari.
Asmakam smrtih adalah lukisan indah di dinding hati,
tawa dan kasihmu adalah matahari yang menyinari hari-hari sepi.
Setiap sentuhan tanganmu terasa seperti embun yang menyejukkan,
terpatri abadi, bagai akar yang menancap kuat di bumi.
Beristirahatlah di taman surga yang penuh damai,
di sana kau adalah burung yang bebas terbang di langit biru
doaku adalah pelita yang tak pernah padam menerangimu,
dan kau akan selalu menjadi bintang penuntun di setiap langkah hidupku.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!