Aku penantian,
tak punya sandaran, tak punya pegangan.
Langkahku sering goyah di jalan,
namun aku tetap berjalan dalam kesunyian.
Kupeluk doa yang sederhana,
kutitip harap pada semesta.
Semoga tangan takdir berbaik hati,
menyulam luka jadi cahaya sejati.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Meski dunia sering tak ramah,
meski hidup terasa tanpa arah,
kupercaya masih ada jalan terbuka,
bagi manusia rapuh yang ingin berjaya.
Aku bukan siapa-siapa,
hanya sebutir debu di pusaran dunia.
Namun semoga hari esok menatapku mesra,
dan menjadikan luka ini sebuah cerita.
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!