Resensi

Esok Tanpa Ibu: Kehangatan yang Tak Tergantikan oleh Mesin

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 27 Juni 2026 21:33 WIB • 👁 370 Pembaca
Esok Tanpa Ibu: Kehangatan yang Tak Tergantikan oleh Mesin
Ilustrasi: Cinema 21

Judul: Esok Tanpa Ibu

Sutradara: Ho Wi Ding

Genre : Drama Keluarga, Fiksi Ilmiah

Durasi : 107 menit

Tahun Rilis : 2026

Esok Tanpa Ibu mengisahkan Rama, seorang pemuda yang kehilangan ibunya setelah mengalami kecelakaan dan terjatuh dalam koma. Kehidupan sebelumnya yang hangat bagi Rama beralih menjadi suram. Ia merasakan kesepian dan hubungan dengan ayahnya, Hendi, menjadi semakin menjauh karena keduanya kesulitan menghadapi kehilangan yang sama.

Dalam situasi ini, Rama dikenalkan dengan teknologi kecerdasan buatan bernama i-BU, sistem yang dirancang menyerupai sosok ibunya. Dengan bantuan i-BU, Rama bisa berbicara, menceritakan kisah, dan merasakan hadirnya sosok yang sangat dirindukannya. Awalnya, teknologi ini menjadi penunjang bagi Rama melewati masa-masa sulit, namun seiring berjalannya waktu, ia mulai terlalu bergantung pada dunia maya dan menjauh dari kenyataan.

Di pihak lain, Hendi berjuang untuk menjaga keluarganya yang semakin retak. Ketegangan antara ayah dan anak terus muncul karena keduanya memiliki pendekatan berbeda dalam menghadapi duka. Seiring waktu, Rama mulai menyadari bahwa kehadiran teknologi tidak bisa menggantikan kasih sayang serta hubungan nyata dalam keluarga.

Puncak dari cerita ini terjadi ketika Rama dihadapkan pada kenyataan dan belajar untuk melepaskan bayang-bayang masa lalu. Ia akhirnya memahami arti kehilangan, pentingnya keluarga, dan bagaimana melanjutkan hidup tanpa terjebak dalam kenangan yang diciptakan oleh teknologi.

Esok Tanpa Ibu adalah film yang menyentuh dan mengandung banyak pesan tentang keluarga, kehilangan, serta kemajuan teknologi di zaman modern. Film ini sangat relevant untuk segala usia, karena menyajikan kisah yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Aspek yang paling mencolok dari film ini adalah bagaimana emosi para karakternya digambarkan dengan sangat alami. Penampilan para aktor mampu membuat penonton merasakan kesedihan, kerinduan, dan proses penerimaan yang dialami setiap tokoh.

Film ini memiliki alur yang relatif lambat dan mudah dipahami. Akan tetapi, justru karakteristik ini membuat penonton lebih mampu mengikuti perkembangan karakter serta pesan yang ingin disampaikan oleh sutradara.

Kekurangan film ini terdapat pada beberapa karakter pendukung yang tidak mendapatkan porsi cerita yang cukup mendalam. Cerita lebih banyak berkisar pada perjalanan emosional Rama dan keluarganya sehingga latar belakang karakter lain kurang terjelajahi.

Meskipun begitu, kekurangan tersebut tidak mengurangi kualitas keseluruhan film ini. Esok Tanpa Ibu berhasil menghadirkan kisah yang penuh emosi dan mengesankan, sekaligus menggugah kesadaran bahwa seberapa canggihnya teknologi, kehangatan serta kasih sayang keluarga tetaplah tidak tergantikan.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Salsa Nabila
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.