Catatan Budaya

Menunda

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 8 Maret 2011 08:59 WIB • 👁 1.404 Pembaca

Setiap orang tentunya mempunyai tugas dan pekerjaan masing-masing yang harus diselesaikan. Siapapun itu dan apapun yang ia lakukan haruslah dapat menyelesaikan tugas tersebut untuk dapat menikmati kehidupan yang ia cita-citakan. Seseorang yang memberikan suatu tugas kepada kita tentunya memiliki kepercayaan bahwa kita mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dan sudah menjadi kewajiban bagi siapapun yang mengemban suatu tugas untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.

Namun pada kenyataannya banyak sekali ditemui seseorang yang dilanda stres karena tugas yang tidak terselesaikan. Pada umumnya stres ini bukan diakibatkan oleh susahnya tugas atau pekerjaan yang harus diselesaikan, melainkan jumlahnya yang sangat banyak. Sayangnya, tumpukan dan keterdesakan tugas ini bukannya disebabkan oleh waktu pemberian tugas yang tidak tepat atau alasan lain yang dapat diterima melainkan karena manusia itu sendiri yang mencari alasan-alasan untuk menunda pengerjaan.

Menunda, itulah yang seringkali dilakukan oleh seseorang ketika menerima suatu tugas ataupun pekerjaan. Penundaan ini dilakukan bukan karena ada pekerjaan lain yang lebih mendesak untuk diselesaikan ataupun kesibukan-kesibukan lain yang harus didahulukan, namun lebih kepada ketidak mampuan untuk mengalahkan rasa malas yang berlebihan.

Sebuah ironi tentang penundaan yakni kebanyakn dari kita mengeluh bahwa kita tidak memiliki banyak waktu, sehingga tidak bisa menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu namun kadang-kadang kita bisa menghabiskan waktu berlama-lama untuk duduk-duduk dengan teman-teman di sebuah café hanya untuk membicarakan hal-hal yang tidak penting atau duduk didepan televisi melihat program acara tanpa mengerjakan apa-apa.

Sedikit sekali orang yang memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengatur waktu secara efektif dan efisien. Contoh yang paling dekat dan seringkali kita temui adalah seorang pelajar atau mahasiswa yang mengeluhkan tugas yang diberikan oleh guru ataupun dosen yang harus dikumpulkan segera. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk bermain ataupun sekedar berkumpul dengan teman-teman mereka dan menunda untuk mengerjakan tugas-tugas yang akhirnya tanpa disadari tugas-tugas tersebut sudah menumpuk.

Memang cukup sulit untuk dapat mengubah hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan, namun bukan berarti tidak mungkin untuk melakukannya. Dimulai dari kesadaran diri dan kegigihan untuk berubah tentu akan sangat menunjang tercapainya perubahan tersebut. Kita harus menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa tentu akan memberikan hasil yang kurang bagus jika dibandingkan dengan tugas yang dikerjakan dengan waktu yang cukup dan efektif. Untuk itu mulai saat ini kita harus membiasakan diri untuk tidak lagi menunda tugas yang sebenarnya bisa dilakukan segera, karena kemampuan untuk mengefektifkan pemakaian waktu adalah salah satu faktor pendorong pencapaian kesuksesan.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Dila Monisa
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (1)

A
Anshar

jadi, semangat lah dalam mengerjakan tugas...  

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.