Kutemukan tubuh kaku di balik purnama senja
Dia tidak mati, tapi malang
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri IniDia masih bernafas, tapi sayang
Senyumnya terpoles dari bibir tanpa darah
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Tertunduk menyembunyikan muramnya
Muram yang sudah menjadi kawan hidup
Semenjak siang tak lagi menemani
Semenjak itu, ia mati
Semenjak malam tak sanggup lagi menuai mimpi
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!