Ia berdiri dalam kelam
menatap muram pada langit malam
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Initak ada kata terlontar, hanya air mata mewakili semua
entah luka apa merenggut senyumnya
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Ia berdiri dalam kelam
Terhujam layaknya patung
Tiba-tiba ibunya bergumam "Kau rasa sekarang?"
"Apa kukata, Tuhan itu adil sayang."
Dalam sunyi, keangkuhannya luruh "Maaf."
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!