Puisi

Malam bisu

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 29 September 2014 17:19 WIB • 👁 1.164 Pembaca

Ia berdiri dalam kelam

menatap muram pada langit malam

tak ada kata terlontar, hanya air mata mewakili semua

entah luka apa merenggut senyumnya

Ia berdiri dalam kelam

Terhujam layaknya patung

Tiba-tiba ibunya bergumam "Kau rasa sekarang?"

"Apa kukata, Tuhan itu adil sayang."

Dalam sunyi, keangkuhannya luruh "Maaf."

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Gylang Alhamdina
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.