Puisi

Soekarno dan Generasi Doraemon

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 2 September 2015 17:03 WIB • 👁 1.739 Pembaca

"Beri aku 10 pemuda, maka aku guncang

dunia," kata Soekarno. Tapi, dia mati

sebagai lelaki absurd. Lain Soe Hok Gie,

seperti termaktub dalam Catatan Harian

Seorang Demonstran. Selamat pagi! Lihat

generasi Doraemon dengan mulut tersumpal

spons melewati supermarket-supermarket

yang menjual kaleng Coca-Cola, pena

dan kesehatan berdarah, jalinan pagar api,

serta pemerintah plastik. Kiranya, telah

musnahkah matahari merangkak tahun ’98

atau cinta padang ilalang. Tidak!

Rakyat kecil masih butuh

agen perubahan.

Padang, 28 Mei 2015

Fakhruddin Arrazzi

Mahasiswa Pendidikan Fisika TM 2013

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Fakhruddin Arrazzi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.