Ada wajah di balik kotak berlapis kaca. Muram, menatap lengkungan andromeda berdebu tebal.
Melukis aksara dengan jari tergontai, pada kaca beruap bekas cumbuan debu.
Ada pesan di balik kaca.
Di kejauhan merenung pada kehidupan. Debu di lengkungan atas yang masih berkompromi betah, membalut wajah di balik kotak berlapis kaca. Ia berbicara, ada pinta terhampar pada tatap, melata di balik kaca.
Pada wajah di balik kaca, semburat tatap menampar pada aksara. Terjulur menggigil bermunajat pada semesta, mengeja seduhan awan. Berharap aksaranya bernyawa. Berdetak. Bernadi.
18 Februari 2015
Arif Hidayatullah
Mahasiswa Statistika TM 2013
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!