Ku dengar suara renta bergemetar lemah
Seketika ku menoleh melihat asal suara
Ku lihat wajah pucatnya tersenyum rengsa
Sejenak ku hanya terdiam terpaku menatapnya
Tersenyum menelan pahit, lidah pun kelu
Air mata pun tak hentinya berlomba keluar dari kurungannya
Kupeluk si bungsu yang hanya terdiam tak mengerti
Tangan kecil nan rapuh
Menggenggam tanganku yang telah dingin
Dengan senyum terakhir ia berkata
"nak jaga adikmu, teruslah ingat kepada Allah, ibu percaya padamu"
Diam...dingin...dunia tak lagi berputar
Ibu menutup mata untuk selamanya
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!