Puisi

Kepergian Ibu

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 17 Agustus 2017 13:51 WIB • 👁 1.269 Pembaca

Ku dengar suara renta bergemetar lemah

Seketika ku menoleh melihat asal suara

Ku lihat wajah pucatnya tersenyum rengsa

Sejenak ku hanya terdiam terpaku menatapnya

Tersenyum menelan pahit, lidah pun kelu

Air mata pun tak hentinya berlomba keluar dari kurungannya

Kupeluk si bungsu yang hanya terdiam tak mengerti

Tangan kecil nan rapuh

Menggenggam tanganku yang telah dingin

Dengan senyum terakhir ia berkata

"nak jaga adikmu, teruslah ingat kepada Allah, ibu percaya padamu"

Diam...dingin...dunia tak lagi berputar

Ibu menutup mata untuk selamanya

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Venny Sindya Fitri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.