Puisi

Menjerit di Sepertiga Malam

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 5 Desember 2019 09:48 WIB • 👁 1.813 Pembaca
Di tengah malam, kuterbangun
Berlari menuju ruangan berlimpahkan air
Kulangkahkan kaki ini menyentuh air dingin

Kumenuju tempat sucimu
Memulai menyebutkan namamu
Dan di penghujung sajadahku
Kutengadahkan tangan yang gemetar ini

Bersimpah air mata, bibir mulai membisu
Meminta, menjerit, memohon ampun padamu
Terhadap butiran dosa yang terbuat
Dengan memohon di tengah malam
Jiwaku, hanyut dalam kedamaian.
✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Silvia Hasanah
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.