Di tengah malam, kuterbangun
Berlari menuju ruangan berlimpahkan air
Kulangkahkan kaki ini menyentuh air dingin
Kumenuju tempat sucimu
Memulai menyebutkan namamu
Dan di penghujung sajadahku
Kutengadahkan tangan yang gemetar ini
Bersimpah air mata, bibir mulai membisu
Meminta, menjerit, memohon ampun padamu
Terhadap butiran dosa yang terbuat
Dengan memohon di tengah malam
Jiwaku, hanyut dalam kedamaian.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!