Denting suara piano membuyarkan lamunan dalam diamku
Dentingnya serasa menusuk hingga ke lubuk jantungku
Serasa ada sesuatu yang mengganjal, aku pergi tuk sekedar melihat di balik pintu
Tampak olehku sebuah piano tanpa pianis dalam alunan sendu
Bulu romaku bergidik ngeri, tapi tak kuat berlari pergi
Kakiku serasa kaku dan serasa tertarik tuk masuk mendekati
Piano itu terus berdenting nyeri
Aku mencoba lari tapi tetap terhenti
Tanganku yang nakal, meraih tuts pada piano itu
Semakin kucoba menghentikan, semakin piano itu berbunyi merdu
Kemerduannya menambah merinding bulu romaku
Tapi candu di tanganku semakin menggebu
Aku takut pada diriku sendiri
Kerja sama anggota tubuhku serasa mati
Aku ingin lari
Tapi canduku, tak kunjung berhenti
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!