Puisi

Juang Candu

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 18 Mei 2020 08:50 WIB • 👁 1.323 Pembaca

Denting suara piano membuyarkan lamunan dalam diamku
Dentingnya serasa menusuk hingga ke lubuk jantungku
Serasa ada sesuatu yang mengganjal, aku pergi tuk sekedar melihat di balik pintu
Tampak olehku sebuah piano tanpa pianis dalam alunan sendu


Bulu romaku bergidik ngeri, tapi tak kuat berlari pergi
Kakiku serasa kaku dan serasa tertarik tuk masuk mendekati
Piano itu terus berdenting nyeri
Aku mencoba lari tapi tetap terhenti


Tanganku yang nakal, meraih tuts pada piano itu
Semakin kucoba menghentikan, semakin piano itu berbunyi merdu
Kemerduannya menambah merinding bulu romaku
Tapi candu di tanganku semakin menggebu


Aku takut pada diriku sendiri
Kerja sama anggota tubuhku serasa mati
Aku ingin lari
Tapi canduku, tak kunjung berhenti

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Julia Fitri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.