Puisi

Garis Takdir

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 12 Januari 2022 19:43 WIB • 👁 1.851 Pembaca
Garis Takdir
Foto : Pixabay

Bumi basah terkena isak tangis
Bagaskara redup bertemankan takdir pahit dari atas sana
Debu-debu tercampur kerikil tajam; menusuk jiwa-jiwa penyembah dunia
Harta, tahta, semuanya hanya angka yang berakhir tiada guna
Namun semua sia-sia

Benda jimat nan keramat; semua hanya dongeng
Alih-alih waktu menjelma menjadi sendu
Sang Penjemput datang mencabut
"Sekarang tiba giliranmu" katanya.

Di langit hitam petir menyambar
Gemuruh retak seakan isi bumi meledak
"Lalu apa lagi?
Hanya dunia fana yang kau incar selama ini?"
Tiada apa yang bisa dibawa kecuali pemberian-Nya; atas kiprah atma selama bernapas di dunia
Selebihnya hanya sia-sia.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Dedek Wiradi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.