Puisi

Pertiwi dalam Candramawa

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 20 September 2022 19:26 WIB • 👁 1.167 Pembaca

Pertiwi sedang diperkosa
Di tangan para tikus berdasi yang sebenarnya sudah tidak perjaka
Rayunya berupa kata-kata
Lirih menusuk ke dalam telinga
Menjelma menjadi sebuah rasa percaya
Awalnya dikira bertanggung jawab
Lepas dilihat tak tahan untuk tidak berbuat bejat

Meja hijau tak pernah sepi akibat ulahnya
Rasa takut tak jadi masalah
Sebab perlakuan istimewa sudah pasti 'kan didapatnya
Tinggallah rakyat menanggung resah

Wahai para pemuda bangsa!
Pertiwi sedang tidak baik-baik saja
Semula yakin pertiwi dijaga
Namun nahas berakhir sengsara

Pertiwi sendu menatap dunia
Sudah tak berwarna
Hijau lenyap
Kuning senyap
Hanya tersisa candramawa

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Afratul Tasya
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.