Puisi

Agaknya Setiap Waktu adalah Kegelapan

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 10 Desember 2022 15:00 WIB • 👁 1.038 Pembaca
Agaknya Setiap Waktu adalah Kegelapan
Ilustrasi: canva.com

Sambekala menyongsong gelita nan sejak tadi menunggu jingga terlelap dalam samudera

Penantian agar kudapatkan belaian kasih dari jemari nan telah rintih termakan baya

Usapan kasih nan selalu sudi mengobati penat kala pagi hingga kepetang

Menyemai lelah jadi bahagia

Merubah sakit jadi sehat

Sungguh luar biasa sihir cinta nan tulus dari lubuk dada

Akan selalu kulangitkan doa

Agar ini bisa kunikmati selamanya

Tak ingin aku bercerai denganmu ibu walau suatu saat pasti 'kan usai

Biarkan kasih selalu tersemai di malam hingga ke pagi

Jangan biarkan aku meraung sebab nan sakiti hati

Karena tiada obat di dunia ini selain kehangatan kasihmu nan tiada henti

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Ratna Sari Novita
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.