kemarin pagi aku lahir jadi angka di selatan,
jauh dari kepercayaan umat kanan yang ragu & keraguan umat kiri yang yakin
aku berteman hutan hujan. banyak di dalamnya kehidupan yang buas & nyaman
kemarin malam aku lahir telanjang di sepanjang jalan ulak karang. telanjang yang lantang menertawai simpang tempat polisi biasa menilang. mencari uang
aku mengaku dirawat oleh darah manusia lain atau aku merengek memintanya mengasuh dan mengakuiku
kemarin yang entah aku lahir jadi makhluk beruntung. punya dua jantung di pangkal dan di ujung gedung, punya dua penyakit kronis yang sewaktu datang mengetuk pintu kontrakan
aku punya penyakit yang asik dan tidak sakit
tadi malam wujudnya cemas, orang-orang seperti air sungai anai. aku takut
sakit ini hanyut
dan dua jantung yang terbagi biarlah berdetak sendiri-sendiri menjadi kelahiran baru bagi mereka yang memanggil dirinya angka
barusan aku lahir lagi jadi puisi
yang sembunyi,
berterima kasih
Komentar & Tanggapan Pembaca (1)
aku juga punya dua jantung mungkin
satu kutaruh di dada supaya tubuh ini tetap hidup
satunya lagi berkeliaran sembarangan
jatuh cinta pada hal-hal kecil
yang bahkan tidak tahu sedang dicintai
dan seperti puisimu
aku sering merasa cuma angka
muncul sebentar lalu dipanggil saat diperlukan
setelah itu hilang lagi
seolah kepalaku tidak pernah tinggal di siapa-siapa
tapi malam ini aneh sekali
aku membaca tulisanmu pelan-pelan
seperti orang mengetuk pintu rumahnya sendiri
lalu tiba-tiba terpikir
oh
ternyata ada juga manusia
yang bunyi kepalanya mirip aku