Puisi

Sajak untuk Ibuku

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 7 September 2025 09:06 WIB • 👁 457 Pembaca
Sajak untuk Ibuku
Foto: Kompasiana.com

Ini puisi untuk Ibuku,

menceritakan perjuangannya mencari rezeki

Bagaskara menjadi saksi perjalananmu

memburu seonggok nasi

Keringat bercucuran

bak tangisan semesta sepanjang hari,

Kulit yang terbakar bagaskara

ikut menjadi saksi

Beban berat kau angkat

dengan tulang rusukmu yang lemah

Tertatih-tatih kedua kakimu

menopang beban itu dengan pasrah

Ketika awan kelabu sudah menampak diri

ke sana–kemari dirimu berlari

tak tahu arah

Nafasmu yang naik-turun

menandakan betapa lelahnya

ragamu melangkah

Ketika bagaskara berpulang ke tempat-Nya,

kau pun pulang dengan senyum yang merekah

Membawa jiwamu yang lelah,

memapah ragamu

yang sudah lemah

Jika rembulan sudah menampakkan diri

waktunya kau berperang

dengan pikiran riuhmu tiada henti

Memikirkan segala hal

yang memenuhi isi hati

pikiranmu yang enggan untuk menyerah

tambah menyesakkan hati

Wahai Ibuku

yakinlah kepada-Nya.

Lukisan semesta yang indah

akan segera menghampiri kita

Ada masanya

perjuanganmu akan digantikan

oleh sebongkah cahaya

Melalui sajak ini

aku kembali tersadar

betapa besarnya perjuanganmu,

cinta.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Riri Anggraini
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.